nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sedikitnya 8 Orang Meninggal Akibat Gempa Bermagnitudo 6,3 di Filipina

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 01:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 23 18 2046758 sedikitnya-8-orang-meninggal-akibat-gempa-bermagnitudo-6-3-di-filipina-QZ09ipI2ps.jpg Gempa Filipina. (Foto: AFP)

MANILA – Gempa besar berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang sebagian besar wilayah ibu kota dan di bagian utara Filipina pada Senin 22 April 2019 dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Gempa juga merusak puluhan bangunan dan mematikan jalur kereta api serta bandara utama.

Mengutip dari Straitstimes, Selasa (23/4/2019), Survei Geologi Amerika Serikat menyatakan gempa bermagnitudo 6,3 ini berada pada 60 kilometer barat laut Manila dengan kedalaman 40 km.

Sementara delapan orang yang tewas akibat dua bangunan dan beberapa rumah runtuh di dua kota di Provinsi Pampanga.

(Baca juga: Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Filipina)

Gubernur Provinsi Lilia Pineda mengatakan kepada ABS-CBN News bahwa tiga jenazah dikeluarkan dari sebuah bangunan berlantai empat yang menampung sebuah supermarket di Porac. Sementara seorang wanita tua dan cucunya meninggal setelah terjepit sebuah tembok di Lubao. Kemudian tiga orang lainnya yang rumahnya runtuh meninggal di rumah sakit.

Puluhan orang diselamatkan dari gedung di Porac. Namun setidaknya ada 30 orang masih terjebak di dalam gedung tersebut. GMA News melaporkan bahwa dua dari mereka yang meninggal adalah anak-anak.

"Itu terdengar seperti ledakan sonik," kata Wali Kota Castillejo Jose Angelo Dominguez di Provinsi Zambales yang menjadi pusat gempa.

Pampanga, sekira 90 km utara Ibu Kota Manila, tampaknya telah menanggung beban gempa terbesar. Sebuah bandara di dalam zona ekonomi khusus Clark, yang melingkupi bagian-bagian dari Pampanga, ditutup selama setidaknya 24 jam.

Foto yang diunggah di Twitter menunjukkan lapisan dinding dan langit-langit robek dari setidaknya satu bangunan. Pejabat di bandara mengatakan mereka harus memeriksa terminal dan landasan pacu yang kerusakan.

Bandara Clark sendiri menangani sekira 8.000 penumpang per hari dan lebih dari 600 penerbangan seminggu, termasuk mereka yang pergi ke Singapura.

Maskapai Cebu Pacific menyatakan bakal menangguhkan semua penerbangan, di antaranya dua tujuan Singapura dari Clark, pada Selasa 23 April 2019.

(han)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini