nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih dari 50 Orang Diduga Tewas Dalam Tambang Giok yang Runtuh di Myanmar

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 18:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 23 18 2047099 lebih-dari-50-orang-diduga-tewas-dalam-tambang-giok-yang-runtuh-di-myanmar-1jZCbmaNGI.jpg Foto: Reuters.

NAYPYITAW – Lebih dari 50 orang di Myanmar dikhawatirkan tewas saat para penambang giok dan mesin-mesin tambang terkubur di bawah gundukan tanah yang ambruk pada Senin malam. Insiden itu diduga terjadi akibat longsor. Menurut seorang anggota parlemen, sejauh ini tiga jasad telah berhasil diangkat dari puing-puing tambang.

Diwartakan Reuters, Selasa (23/4/2019) mengutip pernyataan Tin Soe, anggota parlemen yang mewakili area Hpakant, Negara Bagian Kachin, sebanyak 54 pekerja dari dua perusahaan pertambangan, bersama dengan 40 mesin dan kendaraan termasuk backhoe dan truk, terperangkap ketika tumpukan sampah besar runtuh pada Senin malam.

Tanah longsor dan kecelakaan mematikan lainnya sering terjadi di tambang Hpakant yang tidak diregulasi dengan baik.

"Mereka tidak akan selamat. Itu tidak mungkin karena mereka terkubur di bawah lumpur, ”kata Tin Soe kepada Reuters melalui telepon. "Sangat sulit untuk mengambil jasadnya."

Kepala pemadam kebakaran Hpakant, Aye Thein, mengatakan pencarian dilakukan setelah fajar pada Selasa dan upaya penyelamatan sedang berlangsung.

Kementerian Informasi Myanmar mengonfirmasi di Facebook bahwa 54 pekerja hilang. Kementerian itu mengidentifikasi perusahaan yang terlibat sebagai Shwe Nagar Koe Kaung dan Myanmar Thura.

Kelompok advokasi lingkungan Global Witness memperkirakan nilai produksi batu giok di Myanmar mencapai USD31 miliar pada 2014. Para ahli mengatakan sebagian besar batu diselundupkan ke China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini