Ia menambahkan, dampaknya yang cukup besar adalah dapat memecah fokus masyarakat antara harus memilih kandidat kepala negara atau calon anggota legislatif (caleg).
“Ya salah satunya dari sisi teknis itu terlalu banyak dipilih sehingga menyulitkan. Kedua waktu untuk perhitungan dan itu membutuhkan waktu yang lama sehingga memforsir,” ujarnya.
“Ketiga, yang lebih besar dampaknya adalah orang harus memilih fokus di Pilpres atau di caleg. Nah, ini problem, sehingga sangat sulit kita mengonsolidasi menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan, misal pilpres dan pileg,” imbuhnya.
(Baca Juga: Siti Zuhro Nilai Pemilu Serentak Tak Cocok di Indonesia)
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.