nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Robot-IGTKI Kompak Hadapi Revolusi Industri 4.0

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 13:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 23 65 2046940 rumah-robot-igtki-kompak-hadapi-revolusi-industri-4-0-cndwHkbgzp.jpg Foto: Rumah Robot dan IGTKI Gelar Seminar 4.0 (Taufik/Okezone)

JAKARTA - Tahun 2018 sebagai awal zaman revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan sistem cyber-physical. Berbagai industri menyentuh dunia virtual, konektivitas manusia, mesin, data yang lebih dikenal dengan sebutan internet of things (IoT), dan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 diperlukan berbagai persiapan termasuk metode pembelajaran pendidikan yang tepat.

Saat ini negara Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 dengan tingkat persaingan yang semakin ketat, era perubahan tentu saja mengharuskan adanya perbaikan di sisi sumber daya manusia (SDM). Perbaikan SDM dapat terlaksana dengan cara mengubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan.

 Baca Juga: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Presiden: Kita Tidak Perlu Takut

Dari sisi edukasi yang paling fundamental pertama adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak Indonesia saat ini. Lalu selanjutnya pentingnya peran sekolah dalam mengasah dan mengembangkan bakat generasi penerus bangsa. Dan terakhir adanya pengembangan kemampuan institusi pendidikan untuk mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan saat ini.

"Untuk itu, kami bekerjasama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Jakarta Barat membuat seminar IGTKI menuju Indonesia 4.0 agar dunia pendidikan Indonesia dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni sejak dini agar siap di masa depan," kata Pendiri World Robotic Explorer (WRE) Indonesia atau dikenal sebagai ibu robot semua anak Jully Tjindrawan di Season City Jakarta, Selasa (23/4/2019).

 Baca Juga: Rumah Robot Indonesia Hadirkan Augmented Reality hingga Game Virtual Reality

Dia menuturkan, Pemerintah sangat berperan penting dalam perubahan metode pembelajaran pendidikan saat ini fasilitas yang sesuai t kebutuhan anak-anak, seperti dengan menyediakan teknologi yang mempuni agar mereka dapat mengantongi bekal yang cukup dalam menghadapi berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0.

"Tentu diperlukan kemampuan adaptasi yang tinggi agar tidak ketinggalan zaman sehingga anak-anak Indonesia mampu bersaing dan memiliki nilai-nilai sendiri untuk menghadapi revolusi industri 4.0, diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif serta kompetitif," tuturnya.

 

Dia menambahkan, pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI), bergerak semakin cepat dan mengalami kemajuan pesat dalam setiap bidang kehidupan manusia. Penggabungan AI dengan kecerdasan alami manusia membuat potensi individu bisa menjadi lebih maksimal dan memungkinkan pencapaian yang lebih besar.

Dan solusi lembaga pendidikan dalam menghadapi revolusi pendidikan 4.0 adalah dengan menggunakan Big Data. Di mana Big Data merupakan sistem teknologi yang diperkenalkan untuk menanggulangi ledakan informasi seiring dengan pertumbuhan ekosistem pengguna mobile dan data internet yang semakin tinggi.

Kompetensi yang sangat dibutuhkan untuk mampu bersaing dalam revolusi industri 4.0 adalah, dengan kemampuan kritis, memiliki kreatifitas dan kemampuan inovatif, kemampuan dan keterampilan berkomunikasi dengan baik. Kemampuan kerja sama. Dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

"Di sinilah peran kami (Word Robotic Explorer atau Rumah Robot Indonesia), dengan dibantu oleh teman-teman di movie maker dan kids lab Explorer by Hugo city, Puri Robotik serta dukungan dari berbagai instansi pemerintah Dinas Pendidikan DKI Jakarta, BPPT, Kantor Kementerian, serta dibantu oleh perusahaan-perusahaan, seperti ABB, Delta Electronics, UBTech, Axioo, Radana Finance, mencoba menjembatani kegiatan program-program tekonolgi robotika dan aplikasinya untuk anak-anak Indonesia dimulai sejak dini hingga remaja," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini