nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratna Sarumpaet Sebut Kesaksian Ahli Ngawur

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 16:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 25 337 2047990 ratna-sarumpaet-sebut-kesaksian-ahli-ngawur-gvMVbhvtP5.jpg Ratna Sarumpaet saat sidang perdana di PN Jaksel (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet memberikan tanggapan atas keterangan saksi ahli di sidang lanjutan kasus yang membelitnya.

Agenda sidang lanjutan penyebaran berita bohong hari ini mendengarkan keterangan saksi ahli yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Mereka yang sudah memberikan keterangannya yakni, ahli filsafat bahasa, Wahyu Wibowo dan ahli digital forensik Saji Purwanto.

Ratna berujar, keterangan ahli bahasa yang diajukan jaksa cenderung ngawur. Ibunda artis Atiqah Hasiholan itu malah meragukan kapasitas ahli tersebut.

"Kalau yang (ahli) bahasa agak ngawur. Saya malah ragu dia ahli bahasa apa bukan," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

sd

Menurut Ratna, Wahyu selaku ahli bahasa selalu memberikan keterangan yang berputar-putar dan jauh dari konteks. "Dia bahkan mengabaikan kamus besar," imbuhnya.

Sementara itu, Ratna melihat kehadiran ahli digital forensik Saji Purwanto di muka sidang tidak diperlukan. "Saya juga nggak tau kenapa dia ada di sini. Dari tadi sih nggak ada pertanyaan yang diajukan ke dia. Menurut saya nggak perlu banget," tandasnya.

Sidang lanjutan perkara hoaks penganiayaan dengan terdakwa Ratna Sarumpaet kembali digelar hari ini. Dua orang saksi ahli yang diajukan JPU telah memberikan keterangannya di muka sidang.

Ahli bahasa, Wahyu Wibowo menjelaskan makna "keonaran" yang ditanyakan JPU. Dia mengatakan keonaran memiliki arti keributan. Keonaran itu bisa terjadi secara fisik ataupun non-fisik.

Menurut Wahyu, keonaran juga bisa terjadi di media sosial sebagai manifestasi dari keributan non-fisik dalam perspektif filsafat bahasa. Pasalnya media sosial mewakili pernyataan lisan.

Sementara, ahli digital forensik Saji Purwanto membuka isi percakapan antara Ratna Sarumpaet dengan sejumlah tokoh, seperti Fadli Zon dan Said Iqbal, terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan.

ss

Saji menampilkan catatan digital percakapan via WhatsApp antara Ratna dengan Fadli-Iqbal di sebuah layar yang ada di ruang sidang.

Ratna sebelumnya mengatakan saksi ahli yang diajukan jaksa akan memberatkan dirinya. "Ini saksi dari ahli kan dari jaksa, ya gak tau, kalau dari jaksa itu memberatkan dong," imbuh ibunda aktris Atiqah Hasiholan tersebut.

Diketahui, kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(wal)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini