Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PDIP: Energi Terkuras 8 Bulan, Saatnya Curahkan Daya untuk Kemajuan Bangsa

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Kamis, 25 April 2019 |09:34 WIB
PDIP: Energi Terkuras 8 Bulan, Saatnya Curahkan Daya untuk Kemajuan Bangsa
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – PDIP menanggapi serius sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang hingga kini tidak mau membuka data hasil perolehan suara, namun klaim kemenangan tanpa membawa bukti rekapitulasi.

"Saya dapat informasi kalau BPN sedang lobi Bawaslu untuk dapatkan dokumen C1. BPN juga tidak kompak menyebutkan tempat di mana rekapitulasi dilakukan. Karena itulah wajar apabila publik menuduh bahwa klaim kemenangan yang dilakukan hanyalah tindakan provokasi tanpa bukti. Stop klaim menang sepihak tanpa hasil rekapitulasi," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Kamis (25/4/2019).

(Baca juga: BPN Sebut LSM Pemilu Tutup Mata, Pengamat: Jangan Tuding Mereka Macam-Macam)

Ia melanjutkan, PDIP mengingatkan bahwa nilai kejujuran merupakan satu indikator moral sederhana dalam politik. "Dengan sikap BPN yang tidak mau transparan dalam rekapitulasi, tidak bersedia diaudit, dan klaim sepihak kemenangan tanpa bukti, hanyalah bukti kuatnya indikasi kebohongan dalam politik," ujarnya.

Jokowi dan Prabowo Subianto. (Foto: Okezone)

Atas dasar hal tersebut, ucap Hasto, baik pusat rekapitulasi "JAMIN" yang dilakukan TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Badan Saksi Pemilu Nasional PDIP, mengundang perwakilan BPN untuk melihat sistem rekapitulasi berdasarkan dokumen autentik C1.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement