nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Utusan AS Tandatangani Dokumen untuk Bayar Perawatan Mahasiswa yang Meninggal di Korut

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 29 April 2019 11:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 29 18 2049288 utusan-as-tandatangani-dokumen-untuk-bayar-perawatan-mahasiswa-yang-meninggal-di-korut-BpmDGb6J3l.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton mengatakan bahwa Washington telah menandatangani dokumen yang menyatakan persetujuan untuk membayar biaya perawatan Otto Warmbier, mahasiswa AS yang ditahan di Korea Utara, tetapi tidak pernah membayar USD2 juta yang diminta Pyongyang.

Bolton yang mengatakan bahwa dia belum menjadi bagian dari pemerintahan pada saat itu, mengonfirmasi laporan dari surat kabar yang menyebutkan bahwa Korea Utara menuntut pembayaran uang tersebut sebelum Warmbier diterbangkan dari Pyongyang dalam keadaan koma pada 13 Juni 2017.

Konfirmasi tersebut disampaikan Bolton dalam sebuah wawancara dengan "Fox News Sunday". Saat ditanya apakah utusan AS Joseph Yun menandatangani dokumen itu ketika dia pergi untuk menjemput Warmbier, Bolton mengatakan: "Itulah yang diberitahukan kepada saya, ya."

BACA JUGA: Korea Utara Tagih Biaya Perawatan Mahasiswa AS yang Meninggal Rp28 Miliar

Dia mengatakan bahwa tidak ada pembayaran yang diberikan pada Korea Utara saat itu.

“Sangat jelas bagi saya dari pengamatan saya dalam beberapa hari terakhir bahwa tidak ada yang dibayarkan. Itu jelas, ” kata Bolton sebagaimana dilansir Reuters, Senin (29/4/2019).

Warmbier, seorang mahasiswa Universitas Virginia yang mengunjungi Korea Utara, dipenjara pada Januari 2016. Media pemerintah Korea Utara mengatakan bahwa dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa karena mencoba mencuri barang berisi slogan propaganda dari hotel tempatnya menginap.

Setelah ditahan selama 17 bulan, Warmbier dipulangkan ke AS dalam keadaan koma dan meninggal tak lama kemudian.

AS menuduh Korea Utara menyiksa Warmbier, namun Pyongyang membantah keras tudingan tersebut dan menyatakan bahwa mahasiswa asal Ohio itu meninggal karena tertular botulisme.

Pekan lalu, Korea Utara menagih pembayaran biaya perawatan Warmbier sebesar USD2 juta (sekira Rp28,3 miliar) kepada AS. Namun, Gedung Putih menolak berkomentar lebih jauh mengenai tuntutan Pyongyang itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini