nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejumlah Ruas Jalan dan Permukiman Warga Sorong Dikepung Banjir

Chanry Andrew S, Jurnalis · Senin 29 April 2019 23:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 29 340 2049584 sejumlah-ruas-jalan-dan-permukiman-warga-sorong-dikepung-banjir-5KgZ3IBzcZ.jpg Banjir menerjang Sorong, Papua Barat (Foto: Ist)

SORONG - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda kota Sorong, Papua Barat sejak Sabtu 27 April lalu membuat sejumlah ruas jalan dan rumah warga terendam banjir, Senin (29/4/2019).

Dari pantauan Okezone, banjir yang menggenangi beberapa ruas jalan protokol dan jalan-jalan di perumahan warga di antaranya kampung Bugis, Jalan Sungai Maruni KM 10 Masuk, dan Jalan Basuki Rahmat KM 9 Melati Raya belum juga surut.

Terlihat beberapa kendaraan roda dua dan roda empat mogok karena nekat melewati genangan banjir yang tingginya mencapai lutut. (Baca Juga: BPBD Sigi: Tak Ada Korban Jiwa Akibat Banjir Bandang)

Salah satu warga jalan F .Kalagison KM 10 Masuk, Andi (24) menuturkan, banjir kali ini merupakan banjir terparah. “Ini banjir yang paling parah, karena sudah sudah tiga hari banjir disini. Rumah saya juga kena banjir,” ujar Andi.

Banjir Sorong

Ia mengatakan, sampai saat ini sejak rumahnya terkena banjir, dirinya masih mengungsikan barang-barang miliknya ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak tergenang banjir.

Sementara itu, Mohammad (45) warga KM 10 yang rumahnya juga ikut terendam meminta agar lurah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk bisa mengatasi banjir.

“Perlu adanya dari pemerintah daerah dalam hal ini lurah untuk melakukan kordinasi dengan instansi terkait di Pemda, agarmengatasi bagaimana supaya tidakk selalu terjadi banjir saat hujan deras,” katanya.

(Baca Juga: Diterjang Banjir Bandang, Rumah Warga Sigi Terkubur Lumpur)

Banjir Sorong

Kesadaran warga terkait sampah dan adanya dugaan galian C Ilegal di kota Sorong menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir, selain itu, sejumlah lokasi serapan air yang telah dibangun sejak jaman Belanda dulu, kini diatasnya malah berdiri perumahan warga dan ruko-ruko.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini