nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penutupan Operasional Mercu Buana Kampus Jatisampurna Ditunda

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 20:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 30 65 2050001 penutupan-operasional-mercu-buana-kampus-jatisampurna-ditunda-onV5Y3qoNH.jpg Foto: Dok Universitas Mercu Buana

JAKARTA - Universitas Mercu Buana Kampus Jatisampurna yang akan berhenti beroperasi akhirnya ditangguhkan. Hal itu terjadi setelah adanya dialog antara Universitas Mercu Buana dengan Yayasan Amri selaku partner dalam keberlangsungan tempat belajar dan mengajar di Kampus Jatisampurna.

Keputusan itu diambil setelah Yayasan Amri memenuhi undangan dari pihak Universitas Mercu Buana dan Yayasan Menara Bhakti untuk menindaklanjuti permasalahaan yang sedang berlangsung.

Hasil perundingan tersebut untuk sementara, Yayasan Amri memutuskan untuk mengedepankan kepentingan mahasiswa yang tengah menjalankan UTS. Melalui berbagai pertimbangan, Yayasan Amri memutuskan untuk tidak menutup operasional kampus pada tanggal 30 April, 2019.

"Kami menyambut itikad baik dari Yayasan Menara Bhakti untuk meninjau ulang kesepakatan perjanjian," demikian seperti dikutip dari keterangan tertulis Universitas Mercu Buana kepada Okezone, Selasa (30/4/2019).

Baca Juga: Gandeng Unit Layanan Sosial, Mercu Buana Bantu Proses Penyembuhan Penderita Psikotik

Sebelumnya, pada tanggal 28 Januari 2019 pihak Yayasan Amri memenuhi undangan silaturahmi dari pihak Yayasan Menara Bhakti. Pada saat menghadiri acara tersebut, Yayasan Amri mendapati bahwa di hari yang sama

Yayasan Menara Bhakti melalui kuasa hukumnya beragenda untuk mengubah “perjanjian kerjasama” yang telah disetujui sebelumnya menjadi “perjanjian sewa menyewa”.

Sampai saat ini belum ada titik terang ataupun persetujuan yang berimbang untuk kedua belah pihak. Dasar yang menjadi alasan Yayasan Amri untuk tidak menyetujui “perjanjian sewa menyewa” adalah adanya fisik perjanjian dari awal yang berbentuk “perjanjian kerjasama” yang telah disetujui kedua belah pihak. Perjanjian “sewa menyewa” bukan merupakan suatu bentuk kesepakatan yang diinginkan oleh Yayasan Amri yang memiliki minat dan antusiasme tinggi di bidang pendidikan dan memiliki cita-cita sebagai pendidik.

“Selama ini Yayasan Amri dengan peran dan keterlibatannya dalam membina Universitas Mercu Buana Kampus Jatisampurna menyalurkan pemikiran, minat dan antusiasme kami dalam mengelola sebuah tempat belajar mengajar profesional. Dengan berubahnya perjanjian ini menjadi perjanjian sewa menyewa kami merasa konteks keberadaan kami tidak lagi memiliki nilai yang sama dengan sebelumnya,” ujar Pimpinan Yayasan Amri Ibu FadlunUmar S.H.

Baca Juga: Universitas Mercu Buana Jatisampurna Ditutup

Fadlun memilih komunikasi publik dan jalur hukum terkait masalah ini guna mengkomunikasikan nilai-nilai profesionalisme kami demi menjaga kualitas dan kenyamanan proses belajar mengajar yang bertempat di Kampus Jatisampurna.”

“Kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang kami hormati, Yayasan Amri pada kesempatan ini akan memperjelas bahwa kami hadir untuk mendukung proses belajar mengajar. Namun dengan adanya isu ini, kami merasa kedua belah pihak dituntut untuk menuntaskan permasalahan ini dengan sebaik-baiknya agar dapat memberikan lingkungan belajar yang kondusif di masa mendatang. Sampai permasalahan ini menemukan titik terangnya kami berharap Yayasan Menara Bhakti selaku penanggung jawab operasional dapat memperjelas status dan kedudukan mahasiswa sebaik-baiknya,” ujar Fadlun.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini