nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Bengkulu Bertambah Jadi 30 Orang

Demon Fajri, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 21:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 01 340 2050349 korban-tewas-akibat-banjir-dan-longsor-di-bengkulu-bertambah-jadi-30-orang-QCx1TvhTmv.jpeg Desa di Bengkulu Tengah terdampak banjir dan longsor. (Foto : Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU – Korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Bengkulu, pada Jumat 26 April 2019, terus bertambah. Hingga Rabu (1/5/2019) sore pukul 16.01 WIB, korban meninggal akibat bencana itu sebanyak 30 orang yang tersebar di empat kabupaten/kota.

Selain korban meninggal, 6 orang lainnya masih dinyatakan lain. Korban hilang itu berasal dari Kabupaten Kaur dan Bengkulu Tengah. Hingga saat ini, tim gabungan masih mencari keberadaan keenam korban tersebut.

''Saat ini korban meninggal dunia sudah bertambah sebanyak 30 orang dan 6 orang masih dinyatakan hilang,'' kata Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Rabu (1/5/2019).

Sementara itu, korban pengungsi saat ini hanya terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 617 jiwa yang tersebar di Kecamatan Air Napal sebanyak 200 jiwa dan 417 jiwa di Kecamatan Bang Haji.

Tidak hanya itu, dalam bencana tersebut sebanyak 511 rumah warga rusak ringan, 160 rusak sedang, 554 rusak berat, serta 125 rumah lainnya terendam.

Banjir di Bengkulu. (Demon Fajri/Okezone)

Selain itu, 1 fasilitas pendidikan mengalami rusak ringan dan 7 rusak berat. Bencana banjir dan tanah longsor juga mengakibatkan kerusakan terhadap 16 ruas jalan, 32 jembatan rusak berat dan 2 lainnya rusak ringan. Lalu, 8 irigasi rusak berat dan 1 lainnya rusak ringan.

Dampak banjir dan tanah longsor juga menyasar hewan ternak di Bengkulu. Tercatat sapi sebanyak 204 ekor mati, kerbau (4), kambing (150), domba (8), ayam (440), dan itik (51).

Selanjutnya, dampak bencana juga menerjang lahan pertanian sebanyak 2648,06 hektare (ha), jagung seluas 221,59 Ha, kacang tanah 8,25 Ha, kacang hijau 3,25 Ha, dengan total kerusakan areal pertanian seluas 2.977,50 Ha dan 775 batang sawit terdampak.


Baca Juga : Ini Daerah Terparah Terdampak Banjir dan Longsor di Bengkulu

''Data sementara kerugian mencapai Rp144 miliar,'' kata Rohidin.

Tidak hanya itu, dalam bencana alam tersebut jaringan listrik ikut terdampak pada 161 gardu dan 9.436 pelanggan. ''Progres recovery hingga 30 April 2019, 74,28 persen,'' ujar Rohidin.


Baca Juga : Banjir Bengkulu: Dianggap Terparah hingga Tudingan 'Akibat Tambang dan Sawit'

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini