nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disapu Banjir Bandang, Satu Desa di Bengkulu Nyaris Tenggelam Ditutupi Lumpur

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 00:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 01 340 2050379 disapu-banjir-bandang-satu-desa-di-bengkulu-nyaris-tenggelam-ditutupi-lumpur-010mnaNzB6.JPG Satu kampung di Bengkulu Tengah terendam lumpur (Foto: Demon/Okezone)

BENGKULU - Sebanyak 102 kepala keluarga (KK) dari 107 KK di desa Genting Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, terdampak banjir bandang, pada Jumat 26 April 2019, malam. Di mana saat itu banjir bandang bercampur lumpur, bebatuan, pepohonan serta lainnya mencapai ketinggian 15 meter.

Akibat kejadian itu ratusan KK di daerah tersebut mengungsi ke atas bukit yang berada di ujung desa setempat. Sebab, material lumpur dari luapan aliran sungai di daerah tersebut meluluh lantahkan pemukiman penduduk setempat, sarana dan prasarana di desa tersebut. Bahkan, saat ini desa itu menjadi desa tak berpenghuni,

Kepala Desa Genting Kecamatan Bang Haji, Nasrun mengatakan, kejadian bencana banjir bandang datang secara tiba-tiba dan sangat cepat. Sehingga warga tidak dapat menyelamatkan harta benda.

"Air sungai naik secara tiba-tiba pukul 10 malam (22.01 WIB). Seperti banjir bandang dalam waktu 30 menit air mencapai 15 meteran. Warga pun tidak dapat berbuat apa-apa, selain menyelamatkan diri ke atas bukit," kata Nasrun, Rabu (1/5/2019).

Nasrun menyampaikan, pasca banjir kondisi desa tertutupi lumpur sangat tebal. Sehingga masyarakat belum dapat kembali ke rumah. Dalam kejadian benana ini, terang Nasrun, sebanyak 102 dari 107 Kepala Keluarga (KK) terkena musibah banjir dan masih mengungsi ke atas bukit.

"Kami harapkan bantuan alat berat untuk membersihkan lumpur. Kami sangat membutuhkan itu. Alhamdulillah, korban jiwa tidak ada namun hewan ternak, sapi, kerbau, kambing dan ayam hanyut terbawa sungai," terang Nasrun.

Ditambahkan Komandan Resort Militer (Korem) 041 Gamas Kol. Inf. Dwi Wahyudi, pihaknya membantu dalam proses evakuasi korban. Begitu juga dengan daerah yang terisolir yang aksesnya tertutupi sudah dibuka.

"Seluruh personel telah kita bagi ke beberapa titik yang terdampak bencana, hal tersebut untuk memudahkan proses evakuasi dan pendistribusian bantuan kepada warga," jelas Dwi.

Sementara itu, upaya penanganan paska bencana banjir dan longsor terus dilakukan ke beberapa daerah di wilayah kabupaten Bengkulu Tengah, yang kondisi medannya berat masih membutuhkan perhatian serius.

Disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, bantuan bagi masyarakat terus disalurkan sesuai dampak bencana dan kondisi medan. Bantuan alat berat akan didatangkan untuk membersihkan lumpur dan material yang masih banyak menutupi sebagian besar rumah warga dan fasilitas umum.

"Bantuan Tenda, air bersih dan pemberian makananan tambahan (PMT) bagi ibu hamol dan anak disalurkan. Selain itu, Mini Eskavator sudah diminta segera tiba disini, dan sudah berjalan kesini. Hal ini, agar memudahkan proses pembersihan lumpur yang jumlahnya besar mencapai setinggi lutut," jelas Nopian.

Selain itu, melihat kondisi sekolah dan fasilitas umum juga ikut terendam, bantuan alat sekolah akan segera disalurkan agar anak-anak dapat kembali belajar. Nopian mengatakan, agar kepala desa setempat untuk mendata kebutuhan yang diperlukan agar bantuan yang disampaikan sesuai kebutuhan.

"Anak-anak harus terus mendapat pelajaran, bantuan buku, baju sekolah, dan fasilitas penunjang belajar lainnya akan disalurkan dalam waktu dekat. Semua hal ini dilakukan agar keadaan kembali pulih seperti sedia kala," tutup Nopian.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini