KPU: Kami Hormati Ijtima Ulama III, tapi Taat Undang-Undang

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 02 Mei 2019 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 02 605 2050584 kpu-kami-hormati-ijtima-ulama-iii-tapi-taat-undang-undang-AfQuHbDHoi.jpg ilustrasi

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menghormati rekomendasi Ijtima Ulama III yang meminta Paslon Capres nomor urut 01, Jokowi- Maruf didiskualifikasi, namun KPU patuh pada ketentuan Undang-undang.

"KPU tentu menghormati Itjima Ulama yang ke III. Siapapun yang berpandangan terkait dengan Pemilu 2019 kita hormati apalagi apabila kelompok-kelompok masyarakat menyuarakan agar pemilu itu berlangsung dengan jujur dan adil tanpa kecurangan. Tetapi, tentu kita juga harus menghormati hukum yang berlaku," kata Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).

Menurut Wahyu, untuk menangani adanya dugaan kecuarangan dalam proses pemilahan umum, adalah kewenangan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

(Baca Juga: TKN Jokowi Nilai Ijtima Ulama III Politik Ugal-Ugalan dan Menyesatkan Umat)

"Ada penyelenggara pemilu yaitu Bawaslu yang memang diberi kewenangan oleh UU untuk memproses dugaan pelanggaran. Sehingga kepada siapapun yang menemukan adanya dugaan-dugaan pelanggaran pemilu 2019," ungkapnya.

Oleh karena itu, KPU menyarankan seluruh pihak untuk melaporkan ke Bawaslu terkait adanya temuan dugaan kecurangan.

"Dipersilahkan untuk melaporkan kepada Bawaslu, insyaallah Bawaslu akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini