nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenristekdikti: 70 Peserta Tunanetra Akan Tes UTBK

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 20:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 03 65 2051267 kemenristekdikti-70-peserta-tunanetra-akan-tes-utbk-9KAaEPatn5.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mencatat ada 70 peserta tunanetra yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019. Jumlah tersebut mencakup keseluruhan peserta di gelombang pertama dan kedua.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan, pada gelombang pertama terdapat 38 peserta yang akan mengikuti ujian, di mana tes akan berlangsung besok, Sabtu (4/5/2019).

Sedangkan, untuk gelombang kedua terdapat 32 peserta tunanetra yang akan mengikuti UTBK, di mana tes akan berlangsung pada 25 Mei 2019.

"Lokasi ujian para disabilitas tunanetra tersebar di 18 Pusat UTBK," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kemenristikdikti, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

 Baca Juga: UTBK Peserta Disabilitas Akan Gunakan Metode Screen Reader

Dia menyatakan, perserta tunanetra terbanyak yang melaksanakan ujian yakni di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebanyak 16 peserta. Kemudian, di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan 12 pesera tunanetra.

 

Berdasarkan kelompok ujiannya, peserta disabilitas tunanetra terbanyak mengikuti kelompok Soshum yaitu 63 peserta dan Saintek sebanyak 7 peserta.

"Peserta sepertinya sudah mempertimbangkan kalau di bidang Saintek akan menggunakan waktu yang cukup panjang (menjawab soal), sehingga lebih mengambil soshum," kata dia.

Adapun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memfasilitaskan UTBK untuk peserta tunanetra menggunakan metode screen reader. Nantinya, tulisan yang terjemahkan menjadi audio oleh sistem.

 Baca Juga: Curhat Peserta UTBK : Tak Ada Kendala Teknis, Hanya Sulit Mengerjakan Soal

Selain itu, item soal juga telah diakomodasi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan tunanetra. Materi tes setara dengan peserta yang dapat melihat. Waktu pengerjaan soal yang disediakan pun sama dengan peserta lain, namun jumlah soalnya dikurangi.

Tak hanya itu, teks bacaan tidak lebih dari 3 paragraf dan menghindari kata-kata visual. Kemudian gambar, tabel, atau grafik dinarasikan atau dimodifikasi dan sistem operasinya menggunakan keyboard, tanpa mouse.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini