nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir Bengkulu, Tim SAR Gabungan Resmi Hentikan Pencarian Korban Hilang

Demon Fajri, Jurnalis · Minggu 05 Mei 2019 18:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 05 340 2051779 banjir-bengkulu-tim-sar-gabungan-resmi-hentikan-pencarian-korban-hilang-PbaBjdxEcA.jpg Banjir dan longsor (Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU - Terkait empat korban yang masih dinyatakan hilang dalam bencana alam banjir dan tanah longsor yang menerjang provinsi Bengkulu, pada Jumat 26 April 2019, tim SAR gabungan resmi menghentikan pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih dinyatakan hilang, pada Minggu (5/5/2019).

Di mana empat korban yang masih dinyatakan hilang tersebut, berasal dari tiga daerah di Bengkulu. Seperti, Kabupaten Kaur, Bengkulu Tengah dan kabupaten Kepahiang. Sementara untuk korban meninggal dunia sebanyak 24 orang.

 Baca juga: Ini Daerah Terparah Terdampak Banjir dan Longsor di Bengkulu

Korban hilang itu atas nama, Tumini (60) Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Lahidin (45) bin Sukimin warga desa Rajak Besi, Kanelo Alfareza (1,6 tahun) warga desa Susup Kabupaten Bengkulu Tengah dan Rohim (50) warga Simpang Kota Beringin kabupaten Kepahiang.

Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Bengkulu, Julhendra mengatakan, pencarian dan pertolongan terhadap korban yang dinyatakan hilang, resmi dihentikan pada Minggu (5/5/2019), sore. Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan SOP dalam pencarian korban.

 Baca juga: Pemprov Bengkulu Tetapkan Status Tanggap Darurat di 9 Daerah Terdampak Banjir

Namun, kata Julhendra, jika ada laporan penemuan dari masyarakat, dari SAR Bengkulu siap untuk terjun ke lapangan kembali.

''Tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian dan pertolongan selama 7 hari. Ini Sesuai dengan SOP. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD, keluarga korban. Dari keluarga korban juga sudah mengikhlaskan,'' kata Julhendra, Minggu (5/5/2019).

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar mengatakan, saat ini sudah memasuki masa transisi pemulihan. Sebab, status tanggap darurat sudah berakhir pada Jumat 3 Mei 2019. Selain itu, terang Rusdi, dalam masa transisi akan berlangsung selama satu bulan kedepan terhitung sejak Sabtu 4 Mei 2019.

 Baca juga: Sejumlah Ruas Jalan dan Permukiman Warga Sorong Dikepung Banjir

Ditambahkan Rusdi, untuk korban meninggal dunia dalam bencana alam di Bengkulu, sebanyak 24 orang dan 4 orang dinyatakan hilang, 2 luka parah dan 2 luka ringan.

''Masa transisi pemulihan di mulai sejak Sabtu 4 Mei 2019 hingga satu bulan kedepan. Posko induk tetap di buka. Aktivitas di posko masih menerima sumbangan dari berbagai pihak. Bantuan dan sumbangan itu langsung kita distribusikan ke daerah terdampak,'' jelas Rusdi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini