nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belasan Warga Sipil Tewas Setelah Israel dan Militan Gaza Berbalas Tembakan Roket

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 10:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 06 18 2051968 belasan-warga-sipil-tewas-setelah-israel-dan-militan-gaza-berbalas-tembakan-roket-p311oWA0RB.jpg Foto: Reuters.

GAZA – Roket dan rudal yang ditembakkan dari Gaza menewaskan empat warga sipil Israel sementara serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 19 warga Palestina dalam pertempuran yang kembali memuncak pada Minggu.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa korban tewas akibat serangan udara Israel pada Minggu termasuk seorang ibu hamil dan bayi berusia 14 bulan. Kementerian itu mengatakan puluhan korban lain juga mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.

Dalam keterangan yang dilansir Reuters, Senin (6/5/2019), militer Israel mengatakan bahwa lebih dari 600 roket dan proyektil lainnya - lebih dari 150 di antaranya dicegat oleh sistem anti-rudal Iron Dome - telah ditembakkan ke kota-kota dan desa-desa di Israel selatan sejak Jumat.

Dikatakan bahwa pihaknya telah menyerang lebih dari 260 target milik kelompok militan di Gaza. Para pejabat Gaza mengatakan serangan udara dan tembakan artileri Israel menewaskan 27 orang, termasuk 14 warga sipil, sejak Jumat.

Pasukan pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa seorang pria terluka parah dan kemudian meninggal karena luka-lukanya pada Minggu setelah sebuah roket menghantam pabrik di Kota Ashkelon, 50km selatan Tel Aviv. Seorang lelaki lain di Ashkelon meninggal setelah mobilnya dihantam langsung oleh roket.

IDF juga mengatakan bahwa para militan menembak sebuah van warga sipil dengan rudal anti-tank di dekat Kibbutz Erez, yang menyebabkan pengemudinya kritis, dan kemudian meninggal karena luka-lukanya. Militan Palestina mengklaim bahwa mereka kendaraan yang mereka serang adalah kendaraan militer yang mengangkut tentara.

Bagi penduduk di Gaza, peningkatan konflik ini terjadi sehari sebelum bulan suci Ramadan yang dimulai di wilayah tersebut pada Senin. Secara tradisional ini adalah waktu untuk berdoa, berkumpul dengan keluarga untuk berbuka puasa dan berbelanja.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada Minggu malam mengeluarkan pernyataan yang mengatakan kelompoknya tidak mencari konflik yang lebih luas dan menyampaikan kemungkinan gencatan senjata. Meski begitu, bunyi sirene peringatan tembakan roket terus terdengar di kota-kota Israel hingga malam.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia telah memerintahkan militernya untuk melanjutkan "serangan besar-besaran" terhadap kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza dan kelompok Jihad Islam dalam bentrokan perbatasan paling serius sejak serentetan pertempuran pada November.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini