nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kritik terhadap Pembentukan Tim Hukum Nasional Dinilai Prematur

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 22:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 08 337 2053276 kritik-terhadap-pembentukan-tim-hukum-nasional-dinilai-prematur-VFBzdnstgp.jpg Menko Polhukam Wiranto (Foto: Ist)

JAKARTA - Rencana pembentukan Tim Hukum Nasional yang digawangi Menko Polhukam Wiranto menuai beragam kritik. Namun, kritik yang bermunculan dianggap terlalu prematur.

Menurut Ahli Hukum Pidana Prof Romli Atmasasmita, kritikan Amnesti Internasional, Komnas HAM dan Kontras terlalu prematur karena mereka belum mengetahui mekanisme kerja Tim Hukum Nasional.

"Tim hukum tersebut dibentuk pemerintah agar aparatur hukum pemerintah dapat melakukan tindakan sesuai dengan prosedur hukum acara dan hukum materiel yang berlaku," ujar Prof Romli kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

(Baca Juga: Pemerintah Bentuk Tim Hukum Nasional, Kaji Ucapan dan Pemikiran Tokoh Tertentu)

Wiranto

Kritik ketiga lembaga tersebut, bahkan Prof Romli khawatir menimbulkan kesan menghalangi upaya pemerintah dalam penegak hukum. Sebab, mereka terlalu berlebihan dalam melontarkan kritik terhadap tim yang mereka belum mengetahui mekanisme kerjanya.

"Ketiga lembaga tersebut justru secara langsung atau tidak langsung melindungi pelanggaran UUD dan hukum yang berlaku dan telah terjadi kasat mata baik sebelum dan selama pemilu," tuturnya.

(Baca Juga: Tolak Tim Hukum Nasional, PKS: Untuk Penegakan Hukum Ada Polri dan Kejaksaan)

Seperti diketahui, Menko Polhukam Wiranto berencana membentuk Tim Hukum Nasional. Tim tersebut akan membantu langkah koordinasi Kemenko Polhukam dalam pengendalian masalah hukum dan keamanan nasional.

"Kita perlu tim bantuan itu bukan berarti secara formal dan secara organisasi kemudian kita abaikan, tidak. Pemerintah punya lembaga-lembaga hukum yang sudah formal dalam ketata negaraan Indonesia, ada kejaksaan, ada kepolisian, apalagi ada MA dan sebagainya," ujar Wiranto.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini