nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Hentikan Upaya Pengembalian Sisa-Sisa Jasad Tentaranya dari Korea Utara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 10:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 09 18 2053415 as-hentikan-upaya-pengembalian-sisa-sisa-jasad-tentaranya-dari-korea-utara-OaJC12EMi7.jpg Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dalam pertemuan di Hanoi, 28 Februari 2019. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) telah menghentikan upaya untuk mengambil kembali jasad-jasad tentaranya yang terbunuh selama Perang Korea di tengah kegagalan komunikasi dengan Korea Utara. Tahun lalu, Korea Utara telah menyerahkan sisa-sisa jasad lebih dari 50 prajurit AS yang tewas dalam konflik 1950-1953.

Pengembalian kerangka tentara AS itu adalah tanda hubungan yang membaik antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Tetapi Pentagon pada Rabu mengatakan program itu telah dihentikan setelah pertemuan tingkat tinggi di Hanoi antara kedua pemimpin yang gagal mencapai kesepakatan.

Sekira 36.000 tentara Amerika tewas selama Perang Korea dan AS mengatakan lebih dari 7.700 lainnya belum ditemukan. Sebanyak 5.300 di antara para prajurit itu hilang di Korea Utara.

Upaya bersama untuk mengembalikan jenazah tentara AS menandai sebagian pemenuhan perjanjian yang dicapai antara Trump dan Kim Jong-un selama pertemuan bersejarah mereka di Singapura pada 2018.

Tetapi komunikasi antara Korea Utara dan AS terganggu menyusul kegagalan di KTT Hanoi tahun ini.

Chuck Prichard, juru bicara Badan Akuntansi POW / MIA Departemen Pertahanan (DPAA), pada Rabu mengatakan bahwa para pejabat Korea Utara belum berkomunikasi dengan badan tersebut sejak pertemuan puncak Februari.

"Akibatnya, upaya kami untuk berkomunikasi dengan Tentara Rakyat Korea mengenai kemungkinan dimulainya kembali operasi pemulihan bersama untuk 2019 telah ditunda," katanya dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC, Jumat (9/5/2019).

"Kami telah mencapai titik di mana kami tidak dapat lagi merencanakan, mengoordinasi, dan melakukan operasi lapangan secara efektif" dengan Korea Utara.

Setelah kegagalan pada pertemuan di Hanoi, Korea Utara menunjukkan beberapa tindakan yang dapat dianggap provokatif seperti peluncuran rudal jarak dekat ke Laut Jepang pekan lalu. Banyak yang menduga tindakan tersebut dilakukan untuk menekan AS agar melunakkan sikapnya dalam perundingan terkait denuklirisasi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini