nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bendum KONI Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Suap Dana Hibah

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 18:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 09 337 2053664 bendum-koni-dituntut-2-tahun-penjara-terkait-suap-dana-hibah-zIhLUTNoBh.jpg Ilustrasi Korupsi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menuntut Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Johnny E Awuy bersalah menyuap tiga pejabat Kementeriaan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait pemulusan dana hibah.

Johny dituntut 2 tahun penjara oleh tim Jaksa. Selain itu, tim Jaksa juga menuntut Johny untuk membayar denda sebesar Rp100 juta subsidair 3 bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar jaksa Budi Nugraha saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Hal yang memberatkan tuntutan Jaksa yakni karena Johny tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Sementara yang meringakan, Johny dinilai bersikap sopan, belum pernah dihukum, bersikap kooperatif dan mengakui perbuatan.

Dalam analisis yuridis Jaksa, Johny E Awuy dan Sekjennya, Ending Fuad Hamidy terbukti menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanta.

Korupsi

Baca Juga: Sekjen KONI Dituntut 4 Tahun Penjara Terkait Suap Dana Hibah

Menurut jaksa, Ending dan Johny memberikan 1 unit Toyota Fortuner hitam dan uang Rp 300 juta kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana diberikan kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp 100 juta.

Kemudian, Johny dan Ending juga memberikan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 kepada Mulyana. Selain itu, Ending juga memberikan uang Rp 215 juta kepada Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.

Jaksa menduga pemberian hadiah berupa uang dan barang itu bertujuan supaya Mulyana dan dua orang lainnya membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI.

KONI mengajukan proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018.

Kemudian, proposal dukungan KONI dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi Tahun2018.

Atas perbuatanya, Johny dinilai bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini