nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Sita Kapal Kargo Korea Utara yang Ditahan Indonesia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 14:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 10 18 2054000 as-sita-kapal-kargo-korea-utara-yang-ditahan-indonesia-UVzknCXDUj.jpg Foto: Departemen Kehakiman AS/Reuters.

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menyita kapal kargo Korea Utara yang diduga mengirimkan batu bara secara ilegal yang melanggar sanksi Washington dan PBB.

Pejabat Departemen Kehakiman AS mengatakan kapal, yang dikenal dengan nama "Wise Honest" itu pertama kali ditahan oleh Indonesia pada April 2018. Di bawah tindakan penyitaan sipil AS yang tidak biasa, kapal itu sekarang berada di tangan AS dan saat ini mendekati perairan wilayah AS menuju ke Samoa Amerika.

Penyitaan kapal tersebut diumumkan setelah Korea Utara melakukan uji coba senjata dengan menembakkan dua rudal balistiknya pada Kamis. Uji coba kedua dalam waktu kurang dari sepekan itu diduga merupakan protes dari Pyongyang terhadap penolakan AS untuk mengangkat sanksi terhadap Korea Utara.

Amerika Serikat telah mengajukan surat perintah penyitaan untuk kapal yang disegel pada Juli 2018, tetapi para pejabat departemen kehakiman mengatakan bahwa waktu penyegelan pada Kamis tidak terkait dengan peluncuran rudal Korea Utara.

"Tidak ada hubungan sama sekali dengan kegiatan baru-baru ini dilakukan oleh Korea Utara," kata Geoffrey Berman, pengacara AS untuk Distrik Selatan New York sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (10/5/2019). "Kami telah mengejar ini selama berbulan-bulan."

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Kehakiman mengatakan bahwa “Wise Honest” digunakan oleh Perusahaan Pengiriman Korea Songi, yang dituduh membayar dolar AS melalui institusi keuangan AS yang tidak mengetahuinya, hal itu melanggar undang-undang AS untuk perbaikan, pembelian peralatan, dan pengeluaran layanan untuk kapal .

"Pembayaran dengan jumlah lebih dari USD750.000 ditransmisikan melalui akun di lembaga keuangan AS sehubungan dengan pengiriman batubara Maret 2018 di atas Wise Honest," kata pernyataan itu.

Misi Korea Utara untuk PBB belum memberikan tanggapan atas penyitaan tersebut.

Wise Honest yang berbobot 17.000 ton itu juga digunakan untuk mengirimkan alat berat ke Korea Utara. Kapal itu adalah yang kedua terbesar dari kapal pengangkut milik Pyongyang.

Menurut pemantau sanksi PBB, Wise Honest mengangkut 25.500 ton batubara ketika ditahan oleh otoritas Indonesia pada April 2018. Laporan PBB pada Maret memperkirakan bahwa nilai kargo batubara kapal itu sekira USD3 juta.

Korea Utara akan memiliki waktu 60 hari untuk menentang pengaduan penyitaan aset sipil pemerintah AS, yang diajukan di pengadilan federal di Distrik Selatan New York.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini