Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presidium Rakyat Bergerak Desak Bawaslu Bentuk TPF Ungkap Kematian 554 Petugas Pemilu

Bramantyo , Jurnalis-Jum'at, 10 Mei 2019 |15:31 WIB
Presidium Rakyat Bergerak Desak Bawaslu Bentuk TPF Ungkap Kematian 554 Petugas Pemilu
Presidium Rakyat Bergerak (Gaprak) Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Bawaslu Kota Solo, Jawa Tengah (foto: Bramantyo/Okezone)
A
A
A

Endro membandingkan, dengan kematian unggas serta ratusan ekor ikan yang tiba-tiba saja, langsung dilakukan suatu penyelidikan. Tetapi kematian petugas pemilu yang angkanya mencapai 554 saja tidak dilakukan suatu penyelidikan.

"Ini jangan dianggap sepele. Jangan hanya cukup dengan pemberian santunan pada keluarga saja. Kemudian kematian 554 petugas KPPS, Panwas dan Polisi ini berhenti. Harus ada pertanggungjawaban pemerintah, karena KPPS di bawah KPU. Harus diselediki, apakah ada unsur pembunuhan apa tidak," ujar Endro pada Okezone, di sela aksi demo damai, Jumat (10/5/2019).

"Unggas mati seekor saja langsung diselidiki. Ratusan Ikan mati tiba-tiba saja juga langsung dilakukan penyelidikan. Ini ke manusia hingga 500 tidak ada penyelidikan sama sekali Masa manusia lebih rendah dari pada hewan. Ini kejadian luar biasa, harus ada pembongkaran meskipun sampling tidak seluruhnya," sambungnya.

Presidium Rakyat Bergerak (Gaprak) menggelar aksi unjuk rasa damai di Bawaslu Kota Solo (foto: Bramantyo/Okezone)	 

Selain mendesak untuk segera mengungkap meninggalnya 554 petugas KPPS, Panwas dan Polisi, dalam aksi damai di Bawaslu itupun, massa mendesak agar indikasi kecurangan lainnya seperti DPT bermasalah yang jumlahnya mencapai 17,5 juta data pemilih dimana 6,5 juta pemilih yang tidak mendapatkan formulir C6 untuk diungkap.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement