nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penangkapan Terkait Pengeboman Paskah Ungkap Koneksi Saudi di Sri Lanka

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 16:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 13 18 2055110 penangkapan-terkait-pengeboman-paskah-ungkap-koneksi-saudi-di-sri-lanka-7w8e9UIWFj.jpg Foto: Reuters.

COLOMBO – Pihak berwenang Sri Lanka telah menangkap seorang pelajar yang menempuh pendidikan di Arab Saudi karena apa yang mereka duga berhubungan dengan Zahran Hashim, tersangka komplotan pengeboman di Hari Paskah.

Mohamed Aliyar, 60 tahun, adalah pendiri Centre for Islamic Guidance, yang memiliki masjid, sekolah agama, dan perpustakaan di kota kelahirannya, Kattankudy, kota kelahiran Zahran, kota yang didominasi Muslim di pantai timur Sri Lanka.

"Informasi telah terungkap bahwa tersangka yang ditangkap memiliki hubungan dekat dengan ... Zahran dan telah mengoperasikan transaksi keuangan," demikian kata pernyataan polisi Jumat malam sebagaimana dilansir Reuters, Senin (13/5/2019).

Pernyataan itu mengatakan Aliyar "terlibat" dengan pelatihan di kota selatan Hambantota untuk pengebom bunuh diri yang menyerang hotel dan gereja pada Paskah dan menewaskan lebih dari 250 orang.

Seorang juru bicara polisi menolak memberikan rincian tentang tuduhan itu. Panggilan ke Aliyar dan rekan-rekannya tidak dijawab. Pemerintah mengatakan bahwa Zahran, seorang pengkhotbah radikal berbahasa Tamil, adalah pemimpin kelompok itu.

Dua sumber komunitas Muslim di Kattankudy mengatakan pandangan garis kerasnya sebagian dibentuk oleh teks ultra-konservatif Salafi-Wahhabi yang ia ambil di Centre for Islamic Guidance sekira dua hingga tiga tahun lalu. Sumber itu tidak berafiliasi dengan lembaga tersebut.

"Saya dulu selalu bertemu dengannya di pusat, membaca jurnal dan literatur Saudi," kata salah satu sumber.

Selama waktu itu, Zahran mulai mengkritik praktik meminta bantuan Tuhan, misalnya, dengan alasan bahwa permohonan semacam itu merupakan penghinaan terhadap Islam yang murni.

"Ajaran seperti itu tidak ada di Sri Lanka pada 2016, kecuali jika Anda membacanya dalam literatur Salafi," tambah sumber yang meminta anonimitas untuk menghindari pembalasan di Kattankudy.

Selain fakta bahwa Zahran mengunjungi pusat itu, sumber-sumber di Kattankudy mengatakan mereka tidak mengetahui adanya ikatan pribadi antara dia dan Aliyar.

Aliyar mendirikan pusat itu pada 1990, setahun setelah ia lulus dari Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud di Riyadh, dalam apa yang dikatakan oleh seorang warga menandai momen kunci dalam penyebaran doktrin Salafi di Kattankudy. Menurut plakat yang terpasang di luar Centre for Islamic Guidance tempat itu sebagian didanai oleh donor Saudi dan Kuwait.

Sumber dari lembaga itu mengatakan bahwa sumber dana mereka datang dari donasi resmi, uang sekolah, dan donatur pribadi yang merupakan teman seklah Aliyar di Riyadh. Rincian lebih lanjut tentang pendanaan pusat itu tidak tersedia.

Kantor komunikasi pemerintah Saudi di Riyadh tidak menanggapi permintaan komentar atas pendanaan pusat tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini