nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan Caleg Nasdem di Bekasi

Wijayakusuma, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 22:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 13 338 2055197 polisi-tetapkan-satu-tersangka-kasus-pengeroyokan-caleg-nasdem-di-bekasi-hWOunr4F27.jpg

BEKASI - Polisi menetapkan satu tersangka terkait kasus pengeroyokan terhadap caleg Nasdem, Taih Minarno (51), yang terjadi di gedung GOR mini Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu 12 Mei 2019 dini hari. Tersangka yang berinisial TD diduga merupakan kader PDIP Kabupaten Bekasi.

Penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pihak kepolisian, pasca-menerima pengaduan dari korban.

"Setelah bukti-bukti cukup dilakukan gelar perkara dan mengarah ke satu tersangka inisial TD," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito kepada Okezone, Senin (13/5/2019).

Tersangka TD kemudian digelandang petugas tak lama setelah insiden pengeroyokan tersebut berlangsung.

"Hasil gelar yang terbukti tersangka 1 orang kasus penganiayaan. Waktu kejadian, pagi langsung diamankan," ujarnya.

Menurutnya, motif pengeroyokan dilatarbelakangi beda pendapat atau tepatnya salah paham antara kedua belah pihak. Namun polisi masih terus mendalami kasus ini untuk menemukan motif lain dibalik aksi pengeroyokan mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu.

Sementara itu, Ketua PDIP Kabupaten Bekasi, Soleman turut berkomentar terkait kasus yang menyeret namanya tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan Taih Minarno selaku korban dalam laporan polisi, tidak sepenuhnya benar.

"Posisinya kalau saya manggil Taih, betul. Dan disitu juga banyak kawan-kawan koalisi. Tapi sebelum sampai ke saya, sekitar 7 meter sudah ada keributan. Posisinya juga saat itu gelap," katanya.

Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Amin itu mengaku memanggil Taih lantaran ada yang ingin diklarifikasi terkait kesibukan korban di wilayah yang bukan menjadi dapilnya.

"Taih ini kan orang dari Dapil V, tahu-tahu ujug-ujug datang ke Dapil III, entah posisinya seperti apa saya nggak tahu. Ternyata akhir-akhir ini saya baru tahu ada penggelembungan suara yang dilakukan oleh Nasdem. Nah itu data yang punya adalah PKS," ungkapnya.

"Artinya dia ada kepentingan-kepentingan yang memang tertutupi. Nah, kita semua di koalisi 01 mau melakukan pembenaran. Akhirnya ketika Taih itu ujug-ujug masuk di titik-titik terakhir, kita jadi ada titik yang terpecah di antara kawan-kawan 01," ujar Soleman.

Soleman juga menanggapi santai terhadap laporan korban yang mengaitkan namanya dengan aksi pengeroyokan.

"Biarkan saja, nanti fakta hukum yang berbicara. Ada saksi juga kan, tidak ada masalah. Nanti ketika itu didakwakan, saya bisa mengkick balik pencemaran nama baik," tegasnya.

Meski demikian, Soleman mengaku tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan mengunjungi korban di rumah sakit. Namun upaya tersebut tak ditanggapi oleh korban.

(Baca Juga: Caleg Nasdem di Bekasi Dikeroyok Usai Rapat Pleno)

"Karena mungkin yang dimaksud pelaku itu, dianggap dia (Taih) sudah di Polres. Okelah saya anggap itu (pelaku) orang saya lah. Tapi dia melakukan atau tidak, saya tidak tahu, belum jelas seperti apa. Lagipula nanti kan ada pembuktian, kalau memang kader saya atau partai lain," paparnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu menegaskan hubungan koalisi dengan Nasdem tetap berjalan baik meski dibumbui insiden pengeroyokan tersebut.

"Ketika bicara Nasdem, itu adalah koalisi kami, makanya kami dari kemarin tidak mau bicara. Cuma saya sudah bicara dengan pimpinan-pimpinan Nasdem," pungkasnya.

Sebelumnya, Taih Minarno dikabarkan dikeroyok sejumlah orang tak dikenal (OTK) usai memantau hasil pleno. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka-luka di bagian wajah, lengan serta tulang iga. Aksi pengeroyokan itu pun dilaporkan korban ke Polres Metro Bekasi dengan nomor LP/356-SPKT/K/V/2019/Restro Bekasi. (kha)

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini