nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliki Pil Ekstasi, 2 Anggota Polres Tanjungpinang Hanya Dituntut 2 Tahun Penjara

Muhammad Bunga Ashab, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 21:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 14 340 2055610 miliki-pil-ekstasi-2-anggota-polres-tanjungpinang-hanya-dituntut-2-tahun-penjara-KAw0YY4pmU.jpg 2 anggota Polres Tanjungpinang yang memiliki ekstasi (foto: Bunga/Sindo)

TANJUNGPINANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut ringan dua anggota Polres Tanjungpinang, yakni terdakwa Briptu Benny Saputra dan Brigadir Laurensius Mangerbang Marpaung yang terlibat narkorba di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (14/5/2019). Dua anggota itu hanya dituntut selama 2 tahun 6 bulan penjara karena memiliki narkotika jenis pil ekstasi sebanyak delapan butir.

JPU Zaldi Akri menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar tindak pidana narkotika. Zaldi menuturkan, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor : 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Menuntut hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan, masa tahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya dengan putusan majelis hakim," kata Zaldi.

Menurut Zaldi, hal-hal yang memberatkan perbuatan kedua terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika, kedua terdakwa merupakan aparat negara yang seharusnya menegakkan hukum. Sementara hal-hal yang meringankan kedua terdakwa menyesali perbuatannya dan selaku tulang punggung keluarga. Dikatakannya, untuk terdakwa Bripda M Rizky Finanda Saragih belum bisa dibacakan tuntutannya karena belum siap.

"Mereka terbukti dalam persidangan hanya sebagai pemakai, bukan pengedar. Satu terdakwa lagi (Rizky) belum belum siap tuntutannya, Kamis (lusa) akan dibacakan tuntannya," ujar Zaldi.

 Polisi Narkoba

Mendengar tuntutan itu, Benny dan Laurensius yang didampingi Annur Syaifuddin selaku penasihat hukumnya langsumg mengajukan permohonan secara lisan dihadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Acep Sopian Sauri didampingi Hakim Anggota Santonius Tambunan dan Monalisa AT Siagian.

Kedua terdakwa langsung mengajukan permohonan lisan agar hukumannya divonis seringan-seringannya oleh majelis hakim. Alasan keduanya, karena telag menyesali perbutannya, berjanji tidak mengulangi lagi, sebagai tulang punggung keluraga dan masih berharap bisa berdinas di Polri.

"Saya memohon hukuman seringan-ringannya suapaya bisa kembali berdinas di Polres Tanjungpinang. Saya sangat menyesal atas perbuatan saya itu," kata Benny begitu juga dengan Laurensius.

Setelah mendengar tuntutan dan permohonan kedua terdakwa, Acep langsung menasehati kedua terdakwa supaya nanti tidak mengulangi perbuatan serupa. Dia menuturkan, petikan putusan ini akan menjadi dasar untuk sidang kode etik di instansi tempat kerja terdakwa.

"Ini pelajaran buat kalian berdua supaya tidak terulang lagi. Kalian kan masih berharap bisa berdinas lagi," kata Acep.

Selanjutnya, Acep menunda sidang sampai dengan Selasa (21/5) pekan depan untuk agenda pembacaan putusan perkara kedua terdakwa. "Sidang ditunda sampai pekan depan, terdakwa kembali ke dalam tahanan," tutup Acep.

(wal)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini