nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ajak Warga Berdamai Usai Pemilu, MUI: Beribadah Jadi Tak Tenang Jika Tak Aman

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 14 340 2055680 ajak-warga-berdamai-usai-pemilu-mui-beribadah-jadi-tak-tenang-jika-tak-aman-1hDjbpTpxT.jpg

LUBUK LINGGAU - Pasca-pemilihan umum 2019 di kota Lubuk Linggau, kondisi keamanan diklaim mulai kondusif. Sekarang warga telah beraktivitas seperti biasa, khususnya di bulan puasa 1440 H ini, dengan berjalan baiknya perekonomian dan kegiatan ibadah masyarakat.

Namun sebagai kota yang berkembang, dengan tingkat pendidikan masyarakat yang baik, diiringi tingginya pengguna media sosial di kota Lubuk Linggau, menjadi perhatian khusus kita semua dalam mengantisipasi berbagai perkembangan isu yang ada, salah satunya terkait berbagai isu hangat politik secara nasional, yang dapat merusak sistem kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menyikapi hal itu, Awak media mencoba menggali sejauh mana pengaruh isu politik Nasional yang berkembang berpekan-pekan ini di Kota Lubuk Linggau, salah satunya terkait isu akan adanya gerakan people power, yang santer dibicarakan diberbagai media baik televisi, media online dan media sosial.

Rekapitulasi Pemilu

Salah satu tokoh Agama di Kota Lubuk Linggau yang sekaligus merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuk Linggau, H. Abdullah Makcik tentang isu People Power dan sejauh mana pengaruhnya di Kota Lubuklinggau.

“Proses Pemilihan Pemilu 2019 telah selesai, sebagai insan yang beriman dan sebagai warga negara Indonesia, kita harus meletakan nilai-nilai dasar Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk dalam kehidupan berdemokrasi," jelasnya.

Abdullah Makcik yang merupakan mantan sekda Muratara yang telah memasuki masa pensiun ini, menjelaskan perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa dalam berdemokrasi, perselisihan paham pemilu bukan hal baru, ada mekanisme aturan yang dapat ditempuh untuk menyelesaikannya, tanpa harus melakukan perbuatan inkonstitusional.

Ilustrasi Salat

Sebuah negara tidak akan tercapai kestabilannya baik secara keamanan maupun perekonomian, tanpa adanya seseorang yang memimpin. Sebuah peradaban akan menjadi lemah dan mudah terombang-ambing oleh kekuatan luar tanpa adanya pemimpin.

Oleh karena itu, jelasnya, Islam memerintahkan kita, untuk taat kepada pemimpin, karena dengan ketaatan rakyat kepada pemimpin, maka akan terciptalah keamanan dan ketertiban serta kemakmuran. "Dengan catatan Pemimpin tersebut tidak mengajak dalam kemaksiatan," ujarnya.

Terkait seruan People Power, menurut kaca mata tokoh agama yang berlatar belakang pengajar ini bahwa di Kota Lubuk Linggau sendiri, tidak terlihat gejolak gerakan ke arah sana.

"Namun selaku Warga Lubuk Linggau saya mengingatkan berapa kerugian yang akan kita hadapi bila situasi tidak aman, jangankan menjalankan aktivitas, beribadah saja akan sulit apabila situasi tidak aman, jadi kita harus mensyukuri nikmat keamanan ini," jelasnya.

Ketua MUI Lubuk Linggau Abdullah Makcik

"Mari kita menjaga edukasi dalam berpolitik dengan tidak mengujar kebencian antar sesama, saya mengajak para kiyai, ustadz, pendeta dan tokoh agama lainnya untuk bersama-sama pemerintah dan masyarakat menjaga situasi ini, jangan ada keributan-keributan antar sesama, khususnya di Kota Lubuk Linggau ini.

"Sebaiknya kita tunggu saja ketetapan dari KPU nantinya dan tugas kita saat ini berdoa agar diberikan Pemimpin yang amanah nantinya," tutup H. Abdullah Makcik.

(kha)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini