nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Drama Penggusuran Kampung Nelayan, Tambakrejo Bakal Disulap Jadi Ikon Wisata

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 04:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 14 512 2055312 drama-penggusuran-kampung-nelayan-tambakrejo-bakal-disulap-jadi-ikon-wisata-b5138BpeAU.jpg Kondisi Tambakrejo, Semarang, Usai Penggusuran (foto: Taufik Budi/iNews)

SEMARANG - Drama penggusuran warga Kampung Tambakrejo, Tanjungmas, Semarang Utara, Kota Semarang, telah berakhir. Sebanyak 97 kepala keluarga di kawasan tersebut yang kehilangan tempat tinggal segera menempati hunian sementara di Kalimati.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan, penggusuran warga yang tinggal di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) itu untuk mempercepat proyek normalisasi. Bahkan, kawasan tersebut juga bakal disulap menjadi kampung nelayan percontohan.

Baca Juga: Kericuhan Eksekusi Lahan UIN Jakarta Mereda, Warga Sepakat Bongkar Sendiri Bangunannya 

"Kalau rencana kami terkait dengan Tambakrejo, pasti Kami ingin menjadikan sebuah kawasan yang tidak hanya cantik tapi juga punya nilai ekonomis buat lingkungan dan warganya. Bentuknya seperti apa yang perlu sebuah perencanaan tapi ini menjadi obsesi kami paling tidak ada pembangunan kampung nelayan," ujar pria yang akrab disapa Hendi itu, Senin (13/5/2019).

Kondisi Tambakrejo, Semarang Usai Penggusuran Warga (Taufik Budi)	 

Dia menyampaikan, konsep kampung nelayan percontohan itu juga akan dilengkapi beragam fasilitas untuk mendukung perekonomian warga. Penataan di kawasan pesisir itu diharapkan juga bisa menjadi alternatif wisata bagi masyarakat Kota Semarang.

"Warga yang terkena dampak (penggusuran) menjadi prioritas pemakai lahan. Kita buatkan taman bermainnya, kita buatkan tempat seperti pengolahan ikan, pelelangan ikan. Di situ yang nantinya bisa menjadi sebuah alternatif jujukan dan ikon pariwisata juga," terangnya.

Baca Juga: Usahanya Kena Gusur, Wanita Ini Tuntut Keadilan 

Meski demikian, Hendi belum menjelaskan estimasi waktu dan besar anggaran untuk penataan kawasan pesisir. Apalagi, kontur tanah di daerah yang berbatasan dengan laut itu membutuhkan perlakuan khusus sehingga perlu kajian mendalam dengan berbagai pihak.

"Perlu proses, yang lagi tidak bisa ujug-ujug, tidak bisa tiba-tiba. Kita bangun, karena kita tahu tanah di sekitar situ kan tanah lumpur, perlu pemadatan, pengeringan, kemudian baru kita juga perlu desain dengan baik," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini