Moeldoko Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 14:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 14 605 2055527 moeldoko-minta-masyarakat-tak-terprovokasi-hoaks-petugas-kpps-tewas-diracun-ukVlGqThmb.jpg Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta masyarakat tak terprovokasi terkait isu hoaks soal kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019. Ia berharap masyarakat Indonesia bisa berpikir jernih dan wajar bahwa setiap pekerjaan mempunyai risiko.

"Ini memang kita harus berusaha perbaiki dari waktu ke waktu, dari rapat ini juga saya memberikan rekomendasi kepada KPU agar ke depan nanti persoalan medis supaya dikedepankan, agar tidak lagi banyak beban. Itulah kepedulian-kepedulian dan pemerintah sudah memikirkan keluarga korban atas santunan dijelaskan Sekjen KPU," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (15/5/2019).

Moeldoko mengimbau masyarakat tak terpengaruh isu-isu hoaks yang menyebut para petugas KPPS yang meninggal dunia itu mati diracun. Isu hoaks itu, sambung dia, bisa menjadi bola liar.

"Padahal persoalan korban dalam menjalankan sebuah tugas. Jadi tolong, tidak dibawa-bawa ke ranah politik. Kasihan, keluarga korban yang sudah mengikhlaskan, keluarganya bekerja secara sukarela. Volunteer yang bekerja secara sukarela yang digaji tidak besar, jangan lagi timbulkan beban yang besar lagi kepada lagi pihak keluarga yang katanya diracunlah," ujarnya.

Petugas KPPS. (Dok Okezone)

"Jangan merendahkan jasa-jasa yang diberikan oleh keluarga mereka kepada negara ini. Kita harus menghormati itu. Janganlah mengganggu pikiran, psikologi dari keluarga korban. Sekali lagi tidak ada upaya dari pemerintah yang macam-macam," tuturnya.


Baca Juga : JK: Tuduhan Petugas KPPS Diracun Itu Berlebihan!

Mantan Panglima TNI itu menilai, pemerintah tak perlu membentuk tim pencari fakta atas kasus kematian ratusan petugas KPPS itu. Pasalnya, Kemenkes telah membentuk tim independen yang akan melakukan autopsi verbal.

"Untuk mencari faktor-faktor sisi kesehatan, beban kerjanya itu yang perlu dicari. Jadi masukan IDI itu bagus. Risiko pekerjaan. Nah, ini perlu kita cari risiko pekerjaan itu, apakah pekerjaannya terlalu berlebihan 11 atau 12 jam atau 8 jam ini cari. Ini risiko pekerjaan. Ini bagus jadi masukan. Hal-hal yang seperti itu yang diperlukan untuk memperbaiki ke depan beban kerja semakin proposional," tuturnya.


Baca Juga : Menkes Ungkap Hasil Audit Medik Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini