nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terperangkap di Mesin, Petani di AS Potong Kaki Sendiri dengan Pisau Pena

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 18:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 15 18 2056150 terperangkap-di-mesin-petani-di-as-potong-kaki-sendiri-dengan-pisau-pena-goB8JKqxtK.jpg Interiro auger berbentuk seperti spiral untuk mengangkut biji-bijian. (Foto: Getty)

LINCOLN – Seorang petani di Nebraska, Amerika Serikat (AS) memotong kakinya sendiri dengan pisau pena setelah dia terperangkap di peralatan bertani.

Kurt Kaser, 63 tahun, sedang memindahkan biji-bijian dari satu silo ke silo yang lain ketika ia tertarik ke dalam auger - sebuah tabung dengan bagian dalam yang berbentuk seperti sekrup. Dia terpaksa memotong kaki bagian bawahnya dengan pisau pena sepanjang sekira 7,6 cm dan merangkak ke telepon terdekat untuk meminta bantuan.

Petani itu menghabiskan beberapa pekan di rumah sakit dan rehabilitasi sebelum kembali ke rumahnya di Pender, dekat perbatasan Iowa pada Jumat.

"Saya tidak punya pilihan lain," kata Kaser kepada stasiun televisi ABC News sebagaimana dilansir BBC, Rabu (15/5/2019).

Petani itu bekerja sendirian di tanah miliknya seluas 607 hektar pada 19 April ketika kecelakaan itu terjadi.

Tidak dapat menemukan teleponnya untuk meminta bantuan, Kaser memperhatikan ketika mesin itu merobek kakinya dan menggoyangkan kaki bagian bawahnya saat menariknya lebih jauh ke dalam.

Si petani kemudian mengambil pisau penanya dan memotong sisa anggota tubuhnya di bawah lutut.

"Tulang itu tersangkut ke pergelangan kaki saya," kata Kraser kepada Omaha World-Herald. "Itulah yang kupegang saat aku berusaha keluar."

Begitu bebas, Kaser merangkak ratusan kaki ke telepon terdekat dan memanggil putranya, yang kemudian menjemputnya dan membawanya ke kota. Dia kemudian diterbangkan ke Ibu Kota Negara Bagian Lincoln untuk dirawat.

Kaser mengatakan dia telah melepas penutup pengaman di ujung auger pada musim dingin untuk membuat peralatan tersebut muat di bawah tempat sampah, dan mengatakan kepada ABC News bahwa dia "agak kecewa pada diri saya sendiri bahwa saya tidak berpikir untuk memperbaiki benda itu."

"Tapi kurasa itu sebabnya mereka menyebutnya kecelakaan."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini