nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Sebut Bupati Meranti Monster, Istri Perwira Polri Dilaporkan ke Polisi

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 22:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 15 340 2056214 diduga-sebut-bupati-meranti-monster-istri-perwira-polri-dilaporkan-ke-polisi-1Cgl3OGSco.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau melaporkan Rita ke pihak kepolisian. Rita yang merupakan istri anggota perwira polisi ini dilaporkan karena diduga menghina Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir.

"Rita kita laporkan ke Polres antasnama Pemkab Meranti dalam hal ini bidang biro hukum," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Meranti, Hery Saputra kepada Okezone, Rabu (15/5/2019).

Rita yang juga Ketua Relawan Srikandi Pemenangan Jokowi Kepulauan Meranti dilaporkan atas unggahan di Facebook pada 7 Mei 2019. Dalam akun Rita membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai Bupati Meranti.

(Baca Juga: Ini Motif Pria Asal Cirebon Membuat Video Provokasi Adu Domba TNI-Polri

Media Sosial

Sebelum berkeluh kesah, Rita yang memakai akun Ahan Cen Jokowi-Amin 2019 yang berlogo Banteng moncong putih di atasnya ada angka 3 memperkenalkan diri. Bila dirinya bernama lengkap Rita Mariana merupakan istri dari Ipda My anggota Polres Kepulauan Meranti. Dia juga memperkenalkan diri sebagai Ketua Srikandi di Kepulauan Meranti.

Dalam akun tersebut, Rita menyebutkan bahwa di Kepualaun Meranti banyak desa yang tidak diperhatikan dari sarana kesehatan sekolah. Kemiskinan merajalela. Dalam akun itu Rita juga menyebut ada bisnis narkoba juga. Rita juga menyebut bupati dua priode sebagai monster.

"Kita melaporkan pribadi kepala daerah yang menyebut Pak Bupati sebagai dajjal, monster. Ini hate speech (ujaran kebencian)," tuturnya.

Terkait banyaknya desa yang tertinggal seperti yang disebutkan Rita bahwa hal itu relatif. Misalnya, di desa ada yang rumah warga yang tidak layak huni memang ada. Jadi, tergantung dari perspektif dan tolok ukur.

"Dari sudat mana dia memandang, di mana mana tempat pasti ada rumah tidak layak huni. Jadi, tolak ukurnya berbeda dengan yang kita punya. Jadi itu relatif," ucapnya.

(Baca Juga: Pria Cirebon Pembuat Video yang Adu Domba TNI-Polri Akhirnya Digiring Ke Polda Jabar

Terkait laporkan Pemkab Kepulauan Meranti, pihak kepolisian diminta mendindaklanjuti dan tidak memandang dia relawan Jokowi atau istri anggota polisi."Kita melaporkan pribadinya bukan relawan atau istri polisi," katanya.

(Ari)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini