nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Pria Muslim Tewas dalam Kekerasan Terkait Sapi di India

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 18:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 17 18 2057103 seorang-pria-muslim-tewas-dalam-kekerasan-terkait-sapi-di-india-Ia14a8IGFn.jpg Foto: AFP.

SRINAGAR – Polisi India menyelidiki sebuah kasus seorang pria Muslim yang diduga dibunuh oleh kelompok Hindu penghakim sapi. Kasus serupa sebelumnya telah banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Sapi adalah hewan yang dihormati oleh umat Hindu dan menurut Human Rights Watch, 44 orang telah tewas dalam kekerasan terkait sapi oleh warga Hindu antara Mei 2015 dan Desember tahun lalu.

Polisi mengatakan bahwa sekelompok pria Muslim yang mengangkut kuda terlibat dalam pertengkaran di daerah pegunungan terpencil di Kashmir yang diperintah India sebelum subuh. Dalam pertengkaran itu, Nayeem Ahmed Shah, yang diperkirakan berusia 50 tahun, ditembak di kepala dan meninggal di tempat, sementara seorang pria lain Yasin Hussain yang menemaninya terluka.

Para penyerang melarikan diri dari tempat kejadian setelah penembakan itu, kata Hussain kepada wartawan sebagaimana dilansir AFP, Jumat (17/5/2019).

"Kami sedang menyelidiki sudut vigilantisme sapi," kata inspektur jenderal kepolisian untuk wilayah tersebut, kata M K Sinha, seraya menambahkan bahwa tujuh tersangka ditahan untuk diinterogasi.

Penduduk setempat yang marah, mengatakan penembakan itu dilakukan oleh warga Hindu. Mereka memprotes dan melemparkan batu ke arah polisi dan merusak beberapa kendaraan, menuntut para penyerang diserahkan kepada mereka.

Polisi menembakkan gas air mata sebelum pihak berwenang memberlakukan jam malam di daerah itu dan mengerahkan ratusan personel pasukan pemerintah untuk mencegah bentrokan agama dan kekerasan menyebar.

Umat Hindu menganggap sapi suci dan pembantaian mereka dilarang di sebagian besar India, termasuk di Negara Bagian Jammu dan Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim. Tetapi daging sapi secara terbuka dijual di banyak bagian negara di mana kebencian terhadap pemerintahan India tersebar luas.

Para kritikus mengatakan bahwa para ekstremis telah didorong oleh nasionalis Hindu Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa secara nasional pada 2014 di bawah Perdana Menteri Narendra Modi.

Pada 2017, pemerintahan Modi berusaha untuk melarang perdagangan ternak untuk disembelih secara nasional, namun ditolak oleh Mahkamah Agung.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini