nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuliah Umum di Seskoal, Kabakamla Singgung Tugas Coast Guard

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 11:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 17 65 2056876 kuliah-umum-di-seskoal-kabakamla-singgung-tugas-coast-guard-PzAsOtlZGy.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Bakamla A Taufiq R memberikan kuliah umum di Sekolah Staff dan Komando Angkatan Laut (Seskoal). Dalam kuliah umum tersebut mengusung tema Kompleksitas Tugas Badan Keamanan Laut dalam mengemban fungsi coast guard di Indonesia.

Menurut Taufiq, untuk memahami mengenai cost guard, ada lima poin penting yang harus dipahami terlebih dahulu. Kelima poin tersebut yakni, haru mengetahui terlebih dahulu mengenai karakteristik negara.

Menurut Taufiq, karakteristik wilayah NKRI dilihat dari aspek Bakamla luas perairan wilayah Indonesia mencapai 5,9 juta kilometer persegi dengan jumlah pulau sebanyak 17.499. Sementara jika ditinjau dari aspek transportasi, dan perdagangan laut dan wilaya secara global, perairan Selat Malaka mencapai 90.000 dalam kurun waktu satu tahun.

"Jika melihat itu, wilayah laut Indonesia ini berpotensi adanya pergeseran ancaman di laut berupa bentuk ancaman tradisional seperti militer maupun non tradisional, illegal fishing, penyelundupan," ujarnya dalam acara kuliah umum di Seskoal, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

 Baca Juga: Gerakan Cinta Laut, Bakamla Bersih-Bersih Sampah Plastik di Pelabuhan Kali Adem

Selain itu lanjut Taufiq, yang perlu diketahui selanjutnya mengenai regulasi penegakan hukum di laut Indonesia. Menurutnya, saat ini terdapat lebih kurang 26 Undang-Undang, selain Bakamla serta 11 instansi yang berwenang.

"Sehingga diperlukan keterpaduan antar instansi," ucapnya.

Lalu yang harus dipahami selanjutnya adalah mengenai coast guard itu sendiri. Menurut Taufiq, hampir seluruh tugas utama dari coast guard ada pada diri Bakamla.

"Tugas Bakamla secara universal meliputi penjaga keselamatan laut, penjaga kemanan aut, dan komponen cadangan pertahanan dalam aspek maritim," jelasnya.

Selanjutnya adalah harus dipahami bagaimana strategi maritim dari Indonesia. Ini sangat penting untuk menjalankan misi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Ada faktor-fator penentu terdiri dari faktor tantangan poros maritim dunia, maritim domain awareness dan faktor perdagangan laut dan keamanan energi," kata Taufiq.

 Baca Juga: Akan Bertransformasi Menjadi Coast Guard, Bakamla Dituntut Miliki SDM Profesional

Lalu yang terakhir adalah menurut Taufiq, diperlukan sebuah pengaruh kepemimpinan alias leadership. Menurut Taufiq, ada beberapa nilai yang harus dimiliki oleh komandan coast guard seperti kecerdasan, keberanian, dan juga keteguhan.

"Kebanggaan seorang prajurit bukan padda pangkat, jabatan atau kedudukan. Melainkan bila berfungsi sebagai prajurit di manapun ditugaskan," tegasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini