nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seruan People Power Akibat Emosi Sesaat, Masyarakat Tak Usah Ikutan

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 14:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 19 512 2057539 seruan-people-power-akibat-emosi-sesaat-masyarakat-tak-usah-ikutan-MxziA7Oujw.jpg ilustrasi aksi massa (Foto: Okezone)

SEMARANG - Ajakan sebagian elite politik dan tokoh agama untuk turun ke jalan pada 22 Mei 2019 mendatang dinilai hanya akibat emosi sesaat. Untuk itu, masyarakat diimbau senantiasa berpikir jernih dan tidak perlu mengikuti ajakan tersebut.

"Kita tidak menutup mata, telinga ada kabar-kabar yang mau mendelegitimasi hasil pemilu. Itu hanya kabar saja, kami percaya enggak (terjadi)," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, Sabtu, 18 Mei 2019 kemarin.

"Ada kabar katanya ada mau people power, enggak lah. Kita ini sedang puasa, Insya Allah semuanya sudah semakin mengendap. Kita semakin dewasa, kita semakin matang, Insya Allah itu tidak jadi," tambah Kiai Ahmad.

Menurutnya, bulan suci Ramadan telah menyatukan seluruh umat Islam terutama di Tanah Air. Ditandai dengan tidak adanya perbedaan dalam penentuan awal Ramadan, sehingga diharapkan pada Lebaran nanti juga bisa dirayakan secara serentak.

"Kita semuanya ingin kebersamaan, kita akrab bareng. Kita senang bahwa Ramadan bareng, tidak beda seperti kadang-kadang pada Ramadan sebelumnya. Ini bareng, Insya Allah Idul Fitri juga bareng," tuturnya.

Kiai Ahmad mengatakan, seruan people power tak lain adalah akibat dari emosi yang muncul sesaat. "Itu hanya emosi sesaat yang (serukan) people power. Kalaupun terjadi ya kita tidak usah ikut masyarakat tidak usah ikut itu. Karena ke depan sekarang yang kita tidak senangi, berbeda, nanti akan jadi teman. Sekarang teman koalisi, belum tentu ke depan menjadi teman lagi," ujarnya.

Seluruh elemen bangsa lanjutnya, seyogyanya bersyukur karena perhelatan Pemilu 2019 bisa berjalan tanpa kendala berarti. Penyelenggara pesta demokrasi baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menurutnya telah bekerja dengan baik.

"Kita berterima kasih pada semua komponen bangsa, penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu telah bekerja dengan bagus. Kemudian semua peserta pemilu juga sudah semuanya baik, para saksi juga bagus, meskipun ada KPPS yang wafat, semoga menjadi amal saleh bagi mereka," kata dia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini