nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Bos Mitsubishi Indonesia Mulai Juni Pimpin Kantor Pusat di Jepang

Mufrod, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 21 15 2058454 mantan-bos-mitsubishi-indonesia-mulai-juni-pimpin-kantor-pusat-di-jepang-KenwQ6hk6Q.jpg CEO MMC Katao Kato (Foto: Japan times)

TOKYO - Kabar promosi yang diberikan Mitsubishi Motor Corporation kepada Takao Kato sebagai CEO rupanya bukan isapan jempol. Mantan Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), tersebut beberapa waktu lalu telah mengungkap rencana strategisnya untuk Mitsubishi.

Kato yang minggu lalu telah dilantik secara resmi, telah memberikan keterangan pers pertamanya dengan jabatan baru sebagai CEO Mitsubishi Motor Corp menggantikan Osamu Masuko yang akan telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

“Saya berharap dapat meningkatkan daya saing kami melalui penggunaan aliansi dan strategi yang terfokus. Saya akan meningkatkan upaya untuk mencapai pertumbuhan yang stabil, ” kata Takao Kato, dalam keterangan resmi yang dikutip dari Japantime.co.jp.

 

Posisi Masuko sendiri akan tetap berada di MMC sebagai ketua dengan hak-hak perwakilan dan terus menangani negosiasi dengan Nissan dan Renault terkait kerjasama aliansi.

"Karena aliansi memiliki pengaruh besar pada Mitsubishi Motors, saya akan tetap bertanggung jawab," terang Masuko saat memberikan keterangan resmi bersama Kato.

Masuko akan mewakili Mitsubishi Motors di dewan aliansi yang terdiri dari CEO Nissan Hiroto Saikawa, CEO Renault Thierry Bollore dan Ketua Renault Jean-Dominique Senard untuk mengarahkan salah satu grup mobil terbesar di dunia.

 

Sebagai informasi, Kato, presiden PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia sejak April 2015, bergabung dengan Mitsubishi Motors pada tahun 1984 dan berperan penting dalam mendirikan usaha patungan di Rusia dengan PSA Peugeot Citroen dari Perancis pada tahun 2010.

Kato mengatakan tantangan utama yang dihadapi Mitsubishi Motors adalah bagaimana mengatasi transisi industri otomotif untuk mengembangkan kendaraan dengan teknologi konektivitas, mengemudi secara otonom, berbagi, dan powertrain listrik.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini