nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjahat Perang Sipil Somalia Bekerja Sebagai Sopir Uber di AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 22 18 2058937 penjahat-perang-sipil-somalia-bekerja-sebagai-sopir-uber-di-as-984m9YYBDL.jpg Yusuf Abdi Ali. (Foto: CBC)

VIRGINIA - Seorang juri di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa seorang mantan pengemudi Uber di Virginia telah melakukan kejahatan perang dan penyiksaan selama perang sipil Somalia di akhir 1980-an.

Farhan Tani Warfaa, seorang warga Somalia pekan lalu memberikan kesaksiannya di pengadilan pinggiran Washington DC bahwa mantan Kolonel Tentara Somalia, Yusuf Abdi Ali telah menembak dan menyiksanya. Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa Ali adalah seorang mantan komandan di militer Somalia dan pendukung diktator Mohamed Siad Barre.

Sampai bulan ini, Ali bekerja di AS sebagai seorang sopir Uber dengan penilaian yang baik, mencapai 4,89.

Pada Selasa, seorang juri di pengadilan federal di Alexandria, Virginia, mendapati bahwa Ali bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap Warfaa lebih dari tiga dekade lalu. Pengadilan memberi Warfaa ganti rugi sebesar USD500.000 (Rp7,2 miliar).

Warfaa, yang pertama kali mengajukan kasus terhadap Ali pada 2004, mengatakan kepada BBC bahwa dia "sangat senang" dengan putusan itu.

"Saya sangat, sangat puas dengan hasilnya," kata Mr Warfaa melalui penerjemah dari pengadilan.

Warfaa mengatakan dia diculik dari rumahnya di Somalia utara oleh sekelompok tentara pimpinan Ali pada 1987.

Selama beberapa bulan berikutnya, Warfaa mengatakan dia diinterogasi, disiksa, dipukuli dan ditembak atas perintah Ali, yang saat itu adalah seorang komandan batalion.

Ditinggalkan untuk mati, Warfaa mengatakan bahwa dia hanya berhasil bertahan hidup dengan menyuap penggali kuburnya untuk menyelamatkannya.

Ali pertama kali diidentifikasi dalam film dokumenter 1992 oleh Canadian Broadcasting Corporation, yang merinci tuduhan bahwa Ali telah menyiksa, membunuh, dan melukai ratusan orang saat bekerja untuk rezim Barre.

Pada saat dokumenter itu disiarkan, Ali tinggal di Toronto bekerja sebagai penjaga keamanan.

Dalam film dokumenter itu, banyak saksi mata di Somalia utara menggambarkan pembunuhan brutal yang diperintahkan oleh Ali, yang saat itu dikenal sebagai Kolonel Tukeh, yang berarti "gagak".

Menurut dokumen pengadilan, tidak lama setelah dokumenter itu ditayangkan, Ali dideportasi dari Kanada karena "pelanggaran hak asasi manusia yang serius".

AS juga memulai proses deportasi terhadap Ali, tetapi ia kembali ke negara itu pada 1996. Tidak jelas bagaimana ia bisa masuk kembali ke AS.

Pada Mei, wartawan CNN menyamar untuk melakukan perjalanan Uber dengan Ali. Dia mengatakan kepada CNN bahwa dia menyetir untuk Uber dan Lyft secara penuh waktu dan lebih memilih shift akhir pekan karena "di situlah uang berada".

Saat ditanya apakah proses aplikasi untuk driver sulit, Ali menjawab bahwa itu sederhana: "Mereka hanya ingin pemeriksaan latar belakang Anda, itu saja."

Ali mengendarai mobil untuk Uber selama sekira 18 bulan, setelah melewati proses penyaringan untuk perusahaan berbagi kendaraan daring itu. Pemeriksaan latar belakang termasuk tinjauan sejarah kriminal Ali menggunakan catatan negara dan nasional, dan scan daftar pantauan pemerintah dari FBI dan Interpol. Saat ini nama Ali telah dicoret dari aplikasi Uber dan Lyft.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini