nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Media Korea Utara Sebut Mantan Wapres AS "Dungu" dan "Ber-Iq Rendah"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 18:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 22 18 2059125 media-korea-utara-sebut-mantan-wapres-as-dungu-dan-ber-iq-rendah-dzXQQnmA9t.jpg Joe Biden. (Foto: AP)

SEOUL – Media Korea Utara pada Rabu mengecam mantan wakil presiden dan kandidat presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden sebagai orang “dungu” dan “bodoh dengan iq rendah”. Kecaman itu menjadi komentar pertama Pyongyang terkait pemilihan presiden AS 2020.

Komentar yang disampaikan kantor berita Korea Utara, KCNA karena Biden baru-baru ini menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebagai penjahat dan tiran.

"(Biden) melepaskan retorika yang memfitnah kepemimpinan tertinggi DPRK," kata KCNA sebagaimana dilansir VOA, Rabu (22/5/2019). "Apa yang dia ucapkan hanyalah sofisme dari seorang dungu yang kehilangan kualitas dasarnya sebagai manusia, apalagi seorang politisi."

Pernyataan KCNA itu tidak mewakili dukungan formal Korea Utara untuk Trump. Media Korea Utara sering menyerang pemimpin dunia yang mengkritik anggota keluarga Kim yang berkuasa.

Jajak pendapat menunjukkan Biden memimpin dari rival Demokratnya, juga Trump, dalam persaingan ke kursi orang nomor satu AS 2020.

Mantan wakil presiden sering mengkritik penjangkauan diplomatik Trump kepada para pemimpin otoriter. Dia baru-baru ini mengecam Kim sebagai penjahat.

"Dia adalah orang yang sama yang duduk di seberang meja, meledakkan otak pamannya," kata Biden awal bulan ini, merujuk pada eksekusi paman dan mentor Kim, Jang Song-thaek pada 2013.

Editorial KCNA yang tidak disebutkan namanya tidak menyebutkan Trump. Tapi editorial itu tampaknya memberi persetujuan pada nama panggilan Trump bagi Biden: "Sleepy Joe."

Ini bukan pertama kalinya media Korea Utara memberikan komentarnya selama pemilihan presiden Trump. Pada 2016, editorial di DPRK Today, corong Korea Utara yang berbasis di China, menyebut Trump "bijaksana" dan "berpandangan jauh ke depan," sementara menyebut lawannya, Hillary Clinton sebagai tokoh yang "membosankan."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini