nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

50 Perguruan Tinggi Sepakat Mahasiswa Tak Ingin Dipecah Belah

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 10:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 65 2058798 50-perguruan-tinggi-sepakat-mahasiswa-tak-ingin-dipecah-belah-atdjEowgxm.jpg Foto: Mahasiswa Tak Ingin Dipecah Belah (Putra/Okezone)

BOGOR - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SMMI) menggelar symposium mahasiswa dan pemuda kebangkitan nasional di Hotel Pajajaran Suites, Kota Bogor.

Ketua Umum PB SMMI Bintang Bayu Saputra mengatakan, kegiatan ini digelar sebagau pandangan umum mahasiswa di Hari Kebangkitan Nasional dan membahas isu-isu yang terjadi selama Pemilu 2019.

"Jadi kami para mahasiswa di sini berkumpul untuk menyatakan sikap dalam satu pandangan umum dan satu kesepakatan bersama," kata Bintang kepada wartawan di lokasi, Rabu (22/5/2019).

 Baca Juga: Demo Ricuh, Menko Darmin: Investor Paling Lihat-Lihat Dulu

Bintang menambahkan, adapun poin-poin yang disepakati oleh 50 perguruan tinggi se-Jabodetabek di antaranya para mahasiswa tidak ingin dipecah belah oleh berbagai macam isu politik saat ini.

"Dan kita juga tidak mau yang namanya bangsa kita ini dijadikan desktruktif oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai kepentingan," kata Bintang.

Kemudian, para mahasiswa juga mengajak kepada elit politik dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat menerima keputusan yang telah ditetapkan konstitusi dalam hal ini KPU RI terkait Pemilu 2019.

"Bagi pihak tidak puas terkait hasil Pemilu, people power bukan jalan untuk demokrasi sebernarnya. Jalan yang sesungguhnya yaitu sesuai dengan konstitusi yang sudah disediakan" ungkapnya.

 Baca Juga: Demo 22 Mei Ricuh, Pusat Perbelanjaan Sarinah Ditutup

Selain itu, mahasiswa dan pemuda Indonesia juga mendorong terjadinya rekonsiliasi pascapilpres 2019. Pihaknya mengatakan tetap pada prinsip, bahwa mahasiswa tidak akan memihak kelompok manapun.

"Karena itu kami juga akan menyarankan seluruh mahasiswa jangan terlibat aksi 22," katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini