nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Universitas Terbuka Pakai Data Nomor Induk Kependudukan

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 13:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 22 65 2058908 universitas-terbuka-pakai-data-nomor-induk-kependudukan-D6oqWSA7Ip.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

TANGSEL –Terobosan dilakukan Universitas Terbuka (UT) dengan memanfaatkan data nomor induk kependudukan (NIK) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memudahkan verifikasi data mahasiswa di luar negeri dalam pelaksanaan ujian online atau daring.

Sistem online proctoring exam ini memungkinkan mahasiswa di luar negeri ujian daring tanpa perlu mendatangkan proktor atau pengawas. UT saat ini melayani 2.500 mahasiswa di 36 negara. Dengan memakai telepon genggam, mahasiswa di luar negeri bisa langsung ujian. Verifikasi datanya memakai wajah peserta tes. Nantinya UT bisa melihat data di Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk memastikan wajah mahasiswa UT benar mahasiswa UT atau bukan.

Baca Juga: Universitas Terbuka Pamulang Wisuda 2.100 Mahasiswa, Ini 3 Lulusan Terbaiknya

“Ini semangatnya sejalan dengan ujian online proktori. Kita memastikan yang ujian itu mahasiswa kita dengan melink ke (data) Dukcapil Kemendagri. Melalui aplikasi pengenal wajah,” kata Rektor UT Ojat Darojat saat penandatanganan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri di kampus UT, Tangerang Selatan, Banten, kemarin. Ojat menjelaskan, ujian online proktori ini baru dibuka pa da 2018 dan pelaksanaannya pun belum masif karena baru dipakai untuk ujian mahasiswa luar negeri. Sementara ujian daring untuk mahasiswa dalam negeri masih memakai basis web.

Baca Juga: Universitas Terbuka Jayapura Luluskan 356 Orang

Keberadaan kampus UT kini makin berkembang maju se hingga membuka kesempatan luas bagi warga negara Indonesia dapat menempuh kuliah pendidikan tinggi melalui pendidikan jarak jauh (PJJ) atau daring. Direktur Fasilitasi dan Data Kependudukan Kemendagri Gunawan menjelaskan, dengan penggunaan data NIK ini dalam memverifikasi data peserta ujian daring maka akan menghapus praktik perjokian. “Selain itu, juga bisa men-track para alumni ke mana pun dia pindah atau bekerja,” katanya.

Wakil Rektor UT bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan Aminuddin Zuhairi mengatakan, UT mengadakan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri dalam hal penggunaan data kependudukan adalah untuk memastikan data mahasiswa. Selain itu, untuk memverifikasi keaslian data mahasiswa agar tidak terjadi kesalahan data.

(Neneng Zubaidah)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini