nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Politisi Ini Tabok Istrinya karena Lambat Lepas Pakaian saat Berhubungan Seks

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 13:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 23 18 2059451 politisi-ini-tabok-istrinya-karena-lambat-lepas-pakaian-saat-berhubungan-seks-yl5mGQB2FT.jpg Politisi AS tabok istirnya karena lambat buka pakaian saat berhubungan seks. Foto/NY Post

MISSISSIPPI - Seorang politisi di Mississippi, AS manabok istrinya karena lambat melepaskan pakaiannya keduanya berhubungan seks.

Politisi asal Partai Republik, Doug McLeod (58) ditangkap pada Sabtu malam atas kekerasan dalam rumah tangga. Polisi yang menerima laporan menemukan Mcleod dalam kondisi mabuk masih memegang segelas alkohol di rumahnya.

"Apakah Anda bercanda?" uja McLeod, ayah tiga anak ini saat petugas datang ke rumahnya.

Ia lalu berteriak “ada polisi di sini," sambil terhuyung-huyung saat dibawa ke mobil polisi.

Polisi melaporkan bahwa McLeod menabok wajah istrinya hingga membuatnya berdarah, dan gemetar saat penyelidik tiba.

Noda darah ditemukan di tempat tidur pasangan itu dan lantai kamar mereka, tetapi McLeod berusaha bersikeras bahwa tidak ada yang salah dengan sikapnya itu.

BacaAgen CIA yang Beri Informasi ke China Divonis 20 Tahun Penjara

BacaSikat Toilet Donald Trump Jadi Tren Terbaru Warga China

Seorang wanita di rumah itu mengataka, istri McLeod berlari ke kamarnya dengan darah di wajahnya sebelum wanita itu membiarkan istri McLeod di dalam ruangan dan mengunci pintu. McLeod kemudian menggedor pintu dan meminta agar pintu dibuka sebelum mengancam akan membunuh anjing wanita itu.

Istri McLeod menolak untuk dibawa ke rumah sakit melalui ambulans, alih-alih mengatakan kepada para deputi bahwa putrinya akan membawanya untuk mendapatkan perawatan medis.

McLeod yang telah dibebaskan dari penjara dengan jaminan tidak mau berkomentar.

Investigasi atas insiden itu sedang berlangsung, kata polisi.

Ketua DPR Mississippi, Philip Gunn dari Partai Republik, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa McLeod harus mengundurkan diri jika tuduhan itu benar, menyebut tindakannya “tidak dapat diterima oleh siapa pun."

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini