"Kami dari Perkumpulan Pengusaha Muda Muslim Nasional (Permunas) meminta agar tidak ada lagi kericuhan yang membuat cemas warga. Mari kembali membangun persatuan kita bersama sebagai sesama anak bangsa," tutur Mulyadi.
Selain itu, Mulyadi juga meminta pada semua pihak merajut kembali pasca adanya bentrokan. Ditambah lagi saat ini sedang berada di Bulan Ramadan. "Mari merajut kembali persaudaraan yang selama ini terpolarisasi akibat pilihan politik," tuturnya.
Saat ini, polisi telah menangkap dan menetapkan tersangka terhadap ratusan orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan yang terjadi pada aksi 21 dan 22 Mei. Sebagian dari pelaku ini, diketahui merupakan preman Tanah Abang.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, para preman Tanah Abang itu disewa dan dibayar oleh seseorang sebesar Rp300 ribu dalam menjalankan aksinya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.