nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pedagang Tanah Abang Tewas Diterjang Peluru Nyasar saat Bentrok Aksi 22 Mei

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 19:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 23 340 2059581 pedagang-tanah-abang-tewas-diterjang-peluru-nyasar-saat-bentrok-aksi-22-mei-3t707p9c1b.jpg Foto: Arif Julianto/Okezone

MERANGIN - Kabar duka datang dari salah satu keluarga di Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin, Jambi. Betapa tidak salah satu anggota keluarganya tewas diduga tertembus peluru nyasar aparat, saat terjadi bentrok antara pengunjuk rasa di Tanah Abang pada 22 Mei 2019 kemarin.

Informasi yang berhasil dihimpun dari pihak keluarga korban menyebutka, saat itu korban Sandro (32) pada pukul 06.30 WIB berangkat dari rumahnya di Tangerang Selatan menuju ke Pasar Tanah Abang untuk berjualan pakaian, saat sampai di stasiun Tanah Abang dan menuju Pasar Tanah Abang, saat itu di lokasi tersebut sedang terjadi kerusuhan antar pengunjuk rasa dengan aparat.

Saat berjalan menuju tempat kerjanya, korban tiba-tiba langsung ambruk tertembus peluru tajam tepat dibagian dada dan tembus ke paru-paru. Korban langsung diselamatkan warga dan dilarikan ke rumah sakit Tarakan Jakarta. Usai mendapat perawatan hampir 12 jam, sekitar pukul 04.30 WIB Kamis 23 Mei 2019 korban dinyatakan meninggal dunia.

 Aksi 22 Mei

Mendapat informasi tersebut keluarga korban langsung menjemput jasad keluarganya, dengan menggunakan ambulans Pemprov Jambi sekitar pukul 13.00 WIB jenazah diberangkatkan dari RS Tarakan Jakarta dan akan dimakamkan di pemakaman umum di Pamenang.

Doni adik kandung korban menyayangkan kejadian ini, dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah terkait kejadian ini.

"Kakak saya ini pedagang di Pasar Tanah Abang, dia menjadi korban peluru nyasar aparat dan saat ini sudah meninggal dunia, kami minta kepada pemerintah untuk bertanggung jawab terkait kejadian ini," jelas Doni.

 Aksi 22 Mei

Lebih lanjut dia berharap ada penjelasan dari pemerintah terkait peluru nyasar yang menewaskan kakaknya.

"Saya minta adanya penjelasan dari pemerintah, kenapa bisa terjadi peluru nyasar padahal kakak saya ini bukan peserta unjuk rasa," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini