nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru di China Dipecat Setelah 100 Kali Pukuli Muridnya dengan Tongkat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 14:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 18 2059923 guru-di-china-dipecat-setelah-100-kali-pukuli-muridnya-dengan-tongkat-8DUD3PVLfu.jpg Ilustrasi.

TANCHENG - Seorang guru sekolah dasar di China bagian timur dipecat dan ditahan atas tuduhan kekerasan setelah diduga memukuli pantat seorang siswa dengan tongkat lebih dari 100 kali.

Diwartakan South China Morning Post, guru yang bermarga Han itu diberhentikan oleh Sekolah Dasar Eksperimental No 2 di Kabupaten Tancheng, Shandong setelah korbannya, seorang siswa kelas satu sekolah dasar bermarga Wang menderita luka ringan akibat hukuman fisik yang diberikan Han.

Salah satu orang tua korban mem-posting foto pantat putranya yang merah dan bengkak di media sosial. "Ini mengejutkan bagi saya," tulis mereka, dikutip Thepaper. "Saya berharap bisa menggantikan tempat putraku untuk dipukuli 100 kali."

Sebuah posting Weibo dari seseorang yang mengatakan mereka tinggal di kabupaten itu mengklaim bahwa Han telah memukuli bocah itu di ruang kelas pada Selasa setelah menyuruhnya membungkuk sehingga ia bisa memukul pinggul anak itu dengan lebih mudah.

"Sekarang para siswa di kelas itu terlalu takut untuk pergi ke sekolah," tulis mereka.

Thepaper melaporkan bahwa, pada pertemuan antara staf sekolah dan orang tua bocah itu, kepala sekolah menyalahkan Han tetapi mengakui bahwa sekolah juga bertanggung jawab. Namun, kepala sekolah tidak mengatakan apakah sekolah akan memberikan kompensasi kepada bocah itu.

Tindakan Han sedang diselidiki bersama oleh polisi setempat dan otoritas pendidikan.

Terungkapnya hukuman fisik yang berlebihan dari guru terhadap murid yang melakukan kesalahan bukanlah kejadian yang langka di China.

Pada 2017, seorang guru matematika di Chenzhou, di Provinsi Hunan, dipecat dan diselidiki karena diduga mencambuk anak laki-laki berusia 10 tahun dengan cambuk bambu selama tiga hari berturut-turut karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini