nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Aksi 22 Mei, Ajakan Damai dan Dukungan ke TNI-Polri Terus Mengalir

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 23:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 337 2060159 pasca-aksi-22-mei-ajakan-damai-dan-dukungan-ke-tni-polri-terus-mengalir-fMI809lAJj.jpg Foto: Harits/Okezone

JAKARTA - Dukungan terhadap aparat gabungan dari TNI-Polri terus berdatangan. Hal ini menyusul aparat yang berhasil mengamankan situasi pasca penetapan hasil pemilu 2019, meskipun sempat terjadi ketegangan saat 22 Mei lalu.

Seperti Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Aksi Mahasiswa Dan Masyarakat Indonesia Bersatu (Kami Bersatu) dan Pemuda Pancasila yang memberikan apresiasi kepada aparat gabungan dengan memberikan sejumlah takjil disertai makanan bagi yang bertugas melakukan pengamanan di sekitaran gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Koordinator Kami Bersatu, Asep Ubaidilah menilai sejatinya pesta demokrasi sudah berjalan dengan kondusif, tetapi dicederai oleh sekelompok pihak perusuh pada saat aksi 21-22 Mei kemarin.

Aksi 22 Mei

Apalagi kericuhan oleh sejumlah massa tersebut dinilai membuat sistem dan tatanan demokrasi menjadi kurang harmonis dan cenderung berakhir dengan tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok oknum perusuh tersebut.

"Gerakan Aksi pada 21-22 Mei kemarin bukanlah real kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum akan tetapi lebih tepatnya adalah gerakan yang mengganggu keamanan dan biang kerok terjadinya kerusuhan melalui provokator yang sudah by design," ujar Asep di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019).

Karena itu, Asep menegaskan jika Koalisi Aksi Mahasiswa Dan Masyarakat Indonesia Bersatu (Kami Bersatu) dan Pemuda Pancasila sangat mendukung Polri dan TNI.

Aksi 22 Mei

"Kami mendukung Polri dan TNI untuk menindak tegas perusuh demokrasi yang merugikan rakyat Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, jika memang ada pihak yang merasa dirugikan dalam kontestasi Pemilu 2019 ini, maka sangat dipersilahkan untuk melakukan upaya hukum yang lebih tinggi. Karena, itu merupakan hak setiap Warga Negara Indonesia.

"Tentu kita paham asas hukum pidana, siapa yang mendalilkan maka dia yang harus membuktikan. Bukan berarti malah sebaliknya, dengan membuat kerusuhan yang dilakukan oleh sekelompok pihak dan pada akhirnya masyarakat secara luas yang dirugikan," tegas Asep.

Selain itu, di dalam menangani aksi kerusuhan, TNI-Polri yang dibantu warga dengan sigap menangani sekelompok massa yang membuat kerusuhan. Sehingga, prosesi pemilu 2019 ini dapat berjalan dengan tertib dan kembali kondusif.

(Baca Juga: Jokowi Beri Sumbangan ke Pedagang yang Dijarah Perusuh Aksi 22 Mei)

"Tentu ucapan terimakasih dan apresiasi kita kepada aparat keamanan Polri dan TNI yang telah menjaga berjalanya pesta demokrasi ini dengan kondusif dan baik adalah suatu keharusan," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Sapma Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Shaquille Rekardianto menambahkan, apa yang telah dilakukan oleh sekelompok massa dalam melakukan aksi kerusuhan pada 21-22 Mei sangat bertentangan dengan pihaknya.

"Kita pada dasarnya bertentangan dengan gerakan-gerakan di luar aturan hukum yang berlaku. Dan pergerakan-pergerakan yang ingin memecah belah bangsa Indonesia dan memecah belah Pancasila. Kami PP mendukung TNI-Polri untuk mengamankan Indonesia," kata Shaquille.

Sementara, anggota TNI-Polri pun sangat berterimakasih kepada pihak yang sudah memberikan dukungan. Dukungan ini pun membuat aparat gabungan semakin semangat dalam memberika kenyamanan kepada masyarakat.

"Kami ucapkan terima kasih kepada lapisan masyarakat yang mendukung TNI-Polri dalam kegiatan pengamana ini. Agar masyarakat seera bersatu dalam membangun bangsa ini. Jangan sampai mau di adu domba oleh berbagai pihak yang menyebabkan terjadinya tidak keamanan dan kenyamaanan bangsa," kata Anggota Brimob Iptu Suharyono.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini