nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjebak Macet di Arus Mudik, Begini Cara Hemat BBM

Mufrod, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 11:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 27 15 2060771 terjebak-macet-di-arus-mudik-begini-cara-hemat-bbmw-2JEptcsNaN.jpg Ilustrasi Arus Mudik (foto: Ist)

JAKARTA - Menghemat bahan bakar minyak (BBM) selama melakukan perjalanan mudik saat ini menjadi suatu keharusan, mengingat jarak SPBU yang hanya tersedia di rest area cukup jauh. Kemacetan panjang terkadang membuat banyak pengemudi salah memperhitungkan BBM dengan jarak SPBU.

Untuk menjaga BBM agar selama perjalanan mudik meski harus terjebak di kemacetan panjang, pengemudi harus memastikan tangki BBM selalu terisi full untuk menjaga adanya kondisi kemacetan panjang, dan tidak kehabisan BBM di tengah perjalanan mudik. Selain itu pengemudi juga harus mengetahui teknik mengemudi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

 

Head of Technical Service and CS Support Department PT MMKSI Boediarto mengungkap ada beberapa Cara yang harus dilakukan pengemudi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Berikut beberapa cara Menghemat bahan bakar yang bisa dilakukan pengemudi dalam melakukan perjalanan mudik:

Jaga Putaran Mesin

Selama melakukan perjalanan, pengemudi harus memaksimalkan kinerja mesin dengan keceparan konstan dengan cara tetap menjaga rasio putaran mesin di 2.000-3.000 rpm. Lakukan perpindahan Gigi jangan melebihi putaran mesin di 3.000 rpm, karena jika putaran mesin terlalu tinggi, Ecu akan memerintahkan suplai bahan bakar ke ruang bakar lebih banyak.

 

Akselerasi dan Rem Mendadak

Pada kondisi macet banyak pengemudi yang memaksakan akselerasi mesin maksimal saat stop and go, hal ini berdampak pada borosnya bbm. Lakukan tahapan untuk bisa mendapatkan kecepatan maksimum dengan cara menjaga rpm dan tetap menekan pedal gas perlahan.

Pengereman mendadak terkadang membuat pengemudi tidak siap menjaga kembali jarak ideal dengan kendaraan di depannya. Menekan pedal gas berlebih untuk kembali menjaga jarak dengan kendaraan di depannya sering dilakukan banyak pengemudi di jalan raya.

Lakukan pengereman dengan jarak ideal dan mengeremlah dengan halus agar bisa mendapatkan jarak yang ideal dengan kendaraan di depannya.

 

Karakter Mengemudi

Ditengah kemacetan yang sering membuat pengemudi lelah, tanpa disadari sering membuat Gaya mengemudi kian agresif, terlebih jika ada pengemudi yang tak patuh aturan. Karakter mengemudi agresif tersebut pada dasarnya bisa membuat salah satu faktor konsumsi bahan bakar boros, karena untuk mencapai putaran maksimum idealnya pengendara harus menekan pedal gas perlahan tidak dianjurkan menekan dalam pedal untuk cepat mendapatkan akselerasi maksimum.

Saat mengemudi di jalan tol, atur kecepatan kendaraan dengan berjalan konstan 60-70 kilometer per jam. Ini merupakan kecepatan ideal untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar. Perlu diingat dengan kecepatan 100 kpj, maka bahan bakar akan 15 persen lebih boros dibanding melaju pada kecepatan yang direkomendasikan di atas.

 

Tekanan Ban

Banyak yang mungkin mengabaikan kurangnya tekanan angin pada ban, dampaknya justru akan membuat konsumsi bahan bakar boros. Ban dengan tekanan angin kurang akan memperlambat roda bergulir sehingga membuat tenaga ke poros roda lebih besar. Tekanan ban ideal dapat dilihat di samping kanan jok pengemudi ketika pintu dibuka.

Pakai BBM Sesuai Anjuran

Penggunaan bahan bakar sesuai anjuran, merupakan salah satu langkah untuk menghemat bahan bakar. Bahan bakar dengan oktan tinggi, akan mempercepat titik bakar dalam mesin sehingga tidak ada bahan bakar yang menguap karena titik bakar lama, akibat penggunaan oktan rendah.  

“Untuk dapat menghemat bahan bakar saat berkendara dipengaruhi banyak faktor. Seperti pada Mitsubishi Xpander dengan kapasitas mesin 1.500cc. Efisiensi BBM dapat dilakukan dengan menjaga putaran mesin, melaju konstan, dan menggunakan bahan bakar sesuai oktan yang disarankan pada manual book yaitu bahan bakar minimal RON 90. Dengan pemakaian bahan bakar yang sesuai menjaga pembakaran mesin tetap optimal,” ujar Boediarto.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini