"Under My Hijab" Perkenalkan Hijab kepada Anak-Anak Amerika Serikat

Agregasi VOA, · Selasa 28 Mei 2019 01:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 28 18 2061271 under-my-hijab-perkenalkan-hijab-kepada-anak-anak-amerika-serikat-zYGGmYFry3.jpg Penulis Hena Khan berfoto bersama pembacanya. Foto/Hena Khan/VOA

WASHINGTON - Penulis Muslim Amerika Hena Khan merilis buku anak-anak berjudul “Under My Hijab” tentang seorang anak perempuan dan enam perempuan berhijab dalam hidupnya. Salah satu tujuan buku ini adalah untuk menormalisasi hijab di negara di mana Muslim merupakan minoritas dan terkadang dipandang sebelah mata.

Perempuan berhijab sudah umum di negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia atau Pakistan. Tapi di Amerika, lain cerita.

"Di Amerika, hijab mungkin hanya umum di sebagian tempat saja. Banyak orang menyimpan pertanyaan. Banyak anak-anak juga punya pertanyaan. Misalnya mereka bertanya, 'Kalau tidur dipakai ngga?' 'Bagaimana kamu mandi?' Ada juga anak kecil yang bertanya, 'Apakah kamu punya rambut?’” kata Hena Khan.

Foto/IST

Itu adalah Hena Khan, seorang penulis Muslim Amerika keturunan Pakistan. Dia berupaya menjawab rasa penasaran banyak orang, khususnya anak-anak, lewat sebuah buku bergambar baru berjudul "Under My Hijab."

Buku tersebut berkisah tentang seorang anak perempuan yang mengagumi para perempuan dan seorang anak perempuan lebih tua dalam hidupnya. Setiap halaman memperlihatkan perempuan berbeda yang mengenakan hijab, kata Hena Khan.

“Dimulai dari nenek, ibu, bibi, ketua regu pramuka, kakak sepupu dan seterusnya. Dan si anak memperhatikan para perempuan itu melakukan kegiatan yang mereka sukai,” paparnya.

“Neneknya adalah seorang pembuat roti, ibunya adalah dokter, bibinya seorang seniman di studio. Mereka melakukan kegiatan masing-masing. Dan mereka juga menghabiskan waktu dengan anak perempuan itu di rumah. Di rumah, rambut mereka pun mewakili kepribadian masing-masing,” kata Hena Khan menambahkan.

Foto/Ist

Dengan tulisan berima dan ilustrasi penuh warna, bacaan yang ditujukan bagi anak-anak usia 4-8 tahun itu, sangat kental dengan pesan keberagaman dan inklusi sosial.

“Tujuan saya adalah menunjukkan betapa modern, independen dan suksesnya para perempuan itu. Dan ilustrasinya menempatkan mereka di lingkungan yang familiar, mereka terlihat sangat Amerika, berbaur dengan masyarakat, menunjukkan bahwa mereka merupakan bagian dari masyarakat, bukan terlepas dari masyarakat. Itu akan membantu orang-orang untuk memahami,” tutur Hena Khan.

Ini penting, kata Hena, untuk membantu melawan Islamofobia di negara dimana Muslim merupakan minoritas dan terkadang dipandang sebelah mata atau disalahartikan.

Menurut sebuah survei yang dilakukan Pusat Riset Pew pada Maret, sebagian besar orang dewasa AS (82 persen) mengatakan Muslim kerap mengalami diskriminasi dalam berbagai bentuk di AS sekarang ini.

Kekhawatiran mengenai hal itu juga dituangkan Hena dalam sebuah tajuk opini di surat kabar The Washington Post pada April. Dalam tulisannya, ibu dua anak itu menganjurkan para orangtua untuk mengajari anak-anak mereka mengenai bahayanya ujaran yang bisa berujung pada kebencian terhadap Muslim.

Kini, Hena giat menyerukan kepada Muslim Amerika untuk bersuara melawan Islamofobia.

"Apabila kita bisa lebih menonjol, kita bisa memberikan edukasi tentang Muslim, berbagi kisah, dan orang-orang akan menyadari bahwa kita lebih banyak persamaan daripada perbedaan," kata Hena Khan.

Sebelumnya, Hena pernah merilis buku Muslim anak-anak dan remaja termasuk "Amina's Voice" mengenai tantangan yang dihadapi seorang remaja perempuan sebagai imigran dan Muslim di Amerika serta "It's Ramadan, Curious George,"mengenai tokoh populer George yang menemani sahabatnya menjalankan ibadah puasa.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini