nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Delapan Menteri Muslim Sri Lanka Mundur Setelah Rekannya Dituduh Dukung Teroris

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 05 Juni 2019 20:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 05 18 2063941 delapan-menteri-muslim-sri-lanka-mundur-setelah-rekannya-dituduh-dukung-teroris-yr8EOoi3Fu.jpg Foto: Reuters.

COLOMBO – Delapan pejabat Muslim Sri Lanka telah mundur dari jabatannya sebagai bentuk solidaritas terhadap menteri lainnya yang dituduh oleh pihak oposisi memiliki kaitan dengan kelompok yang berada di balik pengeboman Minggu Paskah yang menewaskan 250 orang.

Para menteri itu mundur dari jabatan mereka pada Senin dalam rangka solidaritas bagi Rishad Bathiudeen, yang telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri industri pada hari sebelumnya.

Pengunduran diri Bathiudeen dilakukan sebelum mosi tidak percaya yang direncanakan terhadap dirinya, diajukan oleh oposisi. Mosi itu menuduh sang menteri memberikan amunisi ke sebuah pabrik yang dimiliki oleh salah satu tersangka dalam pengeboman 21 April, dan menekan tentara untuk membebaskan beberapa tersangka yang ditangkap setelah serangan itu. Pihak oposisi tidak menawarkan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dari koalisi pemerintah tampaknya aman untuk saat ini, karena kedelapan pejabat tersebut akan tetap menjadi anggota parlemen.

"Kami tidak akan meninggalkan pemerintah - kami akan melindungi pemerintah," kata Rauff Hakeem, yang mengundurkan diri sebagai menteri perencanaan kota, pasokan air dan pendidikan tinggi, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip RT, Rabu (5/6/2019).

Muslim dan Kristen bergabung membentuk kurang dari 20 persen populasi Sri Lanka, yang mayoritas beragama Budha. Gelombang sentimen anti-Muslim telah melanda negara itu setelah serangan Paskah.

Pada Mei, gerombolan perusuh mengacaukan komunitas di provinsi Barat Laut negara itu, merusak masjid dan menewaskan satu orang. Sejak itu pemerintah telah memberlakukan jam malam dalam upaya mengatasi kekerasan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini