Anggota Parlemen Swedia Tidak Terima Tunjangan Besar Bahkan Sempat Tak Digaji

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 06 Juni 2019 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 05 18 2063994 anggota-parlemen-swedia-tidak-terima-tunjangan-besar-bahkan-sempat-tak-digaji-IO5kDw0rW0.jpg Parlemen Swedia (BBC)

Sebelum 1957, para anggota DPR Swedia tidak digaji

Dari mana mereka mendapatkan penghasilan? Gaji mereka berasal dari iuran anggota partai.

Setelah 1957, pemerintah memutuskan untuk menggaji anggota DPR antara lain dengan tujuan orang tertarik untuk masuk parlemen. Meski demikian, pada saat yang sama, banyak pihak juga menginginkan agar gaji anggota DPR ini tak terlalu tinggi.

Baca juga: Sederet Fakta Perjuangan Swedia Gunakan Energi Terbarukan

Di sejumlah negara, selain mendapatkan tunjangan kendaraan, para anggota DPR juga mendapatkan rumah dinas.

Di Swedia, rumah dinas yang berbentuk apartemen sempit, dan hanya diperuntukkan bagi anggota yang berasal dari luar Stockholm.

Anggota DPR Per-Arne Hakansson mengatakan apartemen yang ia tempati hanya punya satu kamar dengan luas keseluruhan tak lebih dari 46 meter persegi.

Baca juga: Kota di Swedia Dikecam Setelah Tampilkan Gadis Berjilbab dalam Iklannya

Para anggota DPR Swedia dilarang merekrut staf pribadi atau tenaga ahli.

Tapi ada tunjangan untuk menggunakan semacam "staf pendukung atau tenaga ahli bersama" yang disediakan bagi anggota yang memerlukan.

Di pemerintah lokal, upaya penghematan lebih besar lagi.

Sekitar 94% anggota dewan kota atau dewan daerah tak menerima gaji kecuali bagi mereka yang masuk menjadi anggota komite eksekutif, yang menerima gaji baik karena bekerja penuh waktu atau paruh waktu.

Mengapa demikian?

"Ini adalah pekerjaan sukarela yang bisa kita lakukan di waktu senggang kita," kata anggota dewan kota Stockhom, Christina Elffors-Sjodin.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini