nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lalin di Jalur Pantai Gunung Kidul Dipadati Kendaraan Wisatawan

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Juni 2019 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 06 510 2064103 lalin-di-jalur-pantai-gunung-kidul-dipadati-kendaraan-wisatawan-FEeuyfsIdL.jpg Kepadatan lalu lintas kendaraan di jalur menuju Pantai Gunung Kidul. (Foto: Sutarmi/Antaranews)

GUNUNG KIDUL – Volume kendaraan wisatawan sepanjang jalur Yogyakarta–Wonosari dan jalur pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada H+2 Lebaran mulai padat sehingga terjadi kepadatan lalu lintas.

"Kunjungan wisatawan ada peningkatan yang cukup besar, sehingga di sepanjang jalur pantai dan jalur utama Yogyakarta–Wonosari terjadi kepadatan lalu lintas," kata Kasatlantas Polres Gunung Kidul AKP Mega Tetuko, di Gunung Kidul, Kamis (6/6/2019), seperti dikutip dari Antaranews.

(Baca juga: Objek Wisata Dipadati Pengunjung, Polisi Kerahkan Ratusan Personel Urai Kepadatan)

Ia mengatakan, meski terjadi lonjakan kendaraan wisatawan dan menyebabkan kepadatan lalu lintas, kondisinya terpantau ramai lancar.

"Sampai saat ini arus lalu lintas menuju wisata terpantau ramai lancar. Selain itu, tidak ada kemacetan, namun ada titik kepadatan," ungkap Mega.

Pantai Sanglen di Gunung Kidul, DIY. (Foto: Instagram @ariq96)

Sementara Kabid Lalu Lintas Dishub Gunung Kidul Sunarjo mengatakan, sejak pintu masuk Gunung Kidul dari arah Wonogiri, Solo, Klaten, ada peningkatan volume lalu lintas kendaraan.

"Kendaraan didominasi milik pribadi yang akan berlibur ke pantai di Gunung Kidul," kata Sunarjo.

(Baca juga: Hari Kedua Lebaran, Pengunjung TMII Mencapai Lebih dari 35 Ribu Orang)

Petugas Jaga Pos Pantau Bukit Hargodumilah dari Dinas Perhubungan Gunung Kidul, Kuswanto, mengatakan peningkatan arus sudah terlihat terutama oleh wisatawan. Pihaknya mewaspadai kemacetan yang timbul ketika arus balik para wisatawan Gunung Kidul.

Biasanya antrean kendaraan terjadi juga di pertigaan Piyungan. Tahun-tahun sebelumnya, antrean panjang terjadi hingga 5–7 kilometer hingga Sambipitu, Patuk, Gunungkidul. Sejumlah jalur alternatif telah disiapkan untuk mengalihkan arus tersebut.

"Jalur alternatif bisa melalui Sambipitu ke arah Ngoro-oro Patuk atau juga bisa lewat Chinomati Dlingo," paparnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini