nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mudik Usai, Waktunya Cek Kondisi Kaki-Kaki Mobil

Mufrod, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 14:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 15 2065276 mudik-usai-waktunya-cek-kondisi-kaki-kaki-mobil-6JJozUAtQr.png Sistem kaki-kaki (foto: Ist)

JAKARTA - Setelah melakukan perjalanan mudik dengan menempuh perjalanan panjang, beberapa karakter jalan berlubang tentu dilalui. Titik lubang yang tidak bisa diantisipasi terkadang menjadi bulan-bulanan sektor kaki-kaki untuk melakukan peredaman secara ekstrim.

Menjadi penting bagi para pemudik yang telah usai melakukan perjalanan dari kampung halaman untuk memeriksa kondisi kendaraannya, terutama pada sektor kaki-kaki. Salah satu komponen yang krusial yang rentan terhadap jalan berlobang yakni ban, si kulit bundar ini memiliki kerja yang cukup berat.

 

Terlebih mobil saat ini yang sudah banyak mengandalkan ban tubbles atau tanpa ban dalam membuat ban jenis tubbles hanya mengandalkan struktur rangka kawat yang terdapat di lapisan dalam ban.

Dinding kawat ban yang dirancang mampu menahan beban, tetap akan berpengaruh saat kendaraan sering menghajar lobang saat melakukan perjalanan mudik. Karenanya perlu dilakukan pengecekan ban usai melakukan perjalanan mudik.

Pengecekan secara manual bisa dilakukan dengan cara meraba permukaan dan dinding ban pastikan tidak ada benjolan. Disarankan, pemudik memeriksa kembali kondisi kaki-kaki kendaraan ke bengkel.

Jika mobil merasa tidak enak dikendarai, seperti 'membuang setir', pergerakan setir dan roda tidak kompak, ada ketidakseimbangan saat mobil dilakukan dalam kecepatan tinggi, maka jangan ragu untuk melakukan spooring and balancing.

Selain ban dan pelek, sistem suspensi yang mencakup shockbreaker dan pegas juga perlu diperiksa. Untuk mengecek apakah kondisi shockbreaker masih dalam kondisi baik atau tidak, tekan bodi mobil sekuatnya lalu lihat pantulannya. Jika terjadi ayunan berulang berarti saatnya mengganti shockbreaker. Hal yang sama juga berlaku apabila ayunan lebih tinggi dibanding dengan sebelum bodi mobil ditekan.

 

Periksa juga rem dan kanvasnya. Cara sederhana untuk mengeceknya adalah dengan menggunakan rem tangan. Rem tangan berhubungan dengan rem belakang mobil. Jika mengecek dengan cara ini, jangan lupa untuk mengingat posisi ketinggian tuas saat ditarik sehingga bisa membandingkan dengan posisi sebelum dan sesudahnya.

Saat posisi rem tangan bertambah tinggi, berarti rem bertambah tipis. Atau bisa juga didengar dari jumlah suara klik saat rem tangan diaktifkan. Apabila melebihi standar sebelum mobil digunakan untuk perjalanan jauh, aturlah kembali jarak rem dengan tromol.

Jika ingin memeriksa secara langsung, bukalah ban dan periksa ketebalan kanvas rem. Apabila ketebalan kurang dari 1 milimeter segera ganti dengan yang baru.

Selain hal-hal tersebut, perhatikan juga kondisi tuas rem tangan, roda kemudi, pedal rem, dan kopling untuk mobil bertransmisi manual. Setelah digunakan untuk perjalanan jauh, bisa jadi posisinya berubah sehingga memengaruhi kenyamanan ketika dikendarai.

Bagian lain yang juga tak kalah penting untuk diperiksa adalah cairan-caiaran di mobil, seperti oli mesin, oli rem, air aki, dan lainnya. Suhu panas kendaraan saat digunakan perjalanan jauh, apalagi terus menerus digunakan sangat memengaruhi oli. Konsultasikan dengan mekanik untuk memastikan apakah cairan sudah harus diganti atau belum.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini