nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KSAD Diminta Luruskan Informasi tentang Tim Mawar dan Kopassus

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 23:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 11 337 2065485 ksad-diminta-luruskan-informasi-tentang-tim-mawar-dan-kopassus-QeALAgFSZL.jpg KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nama Tim Mawar mencuat dalam kerusuhan aksi 22 Mei 2019 di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta. Tim Mawar yang kerap dikaitkan dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dapat merugikan satuan tersebut.

Menurut Pengamat Militer dan Keamanan Connie Rahakundini Bakrie Kepala Staf TNI Angkatan Darat (AD) Jenderal Andika Perkasa harus meluruskan kesimpangsiuran informasi tersebut. Terutama yang mengaitkan Tim Mawar dengan Kopassus.

"Bukan hanya membersihkan nama TNI AD, namun meluruskan kesimpangsiuran informasi, misalnya kalau mendengar Tim Mawar akan mengidentikan dengan TNI AD aktif dan tidak aktif," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

(Baca Juga: Datang ke Bareskrim, Mantan Komandan Tim Mawar Sebut Ingin Berkonsultasi)

Langkah Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Sisriadi, menurut Connie sudah tepat, yang menyebut prajurit TNI mempunyai loyalitas tunggal kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sehingga tidak akan bertindak di luar komando panglima. Namun, harus dikuatkan dengan pernyataan Andika, sebagai KSAD.

"Loyalitas prajurit TNI lurus ke atas, dari prajurit kepada komandan, lalu komandan kepada Panglima TNI," kata Sisriadi di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan.

Aksi 22 Mei

Sehingga yang terjadi di masyarakat tak akan merusak kesolidan struktur TNI. Ditambah, soliditas TNI-Polri terlihat dan semua persoalan bisa diatasi bersama secara terintegrasi.

"Apalagi, hanya karena berita-berita yang bersifat hoaks dan provokatif, tidak akan mampu memporak-porandakan TNI dan soliditas TNI," tuturnya. 

Kapuspen TNI mengungkapkan hal itu sekaligus menjawab keraguan masyarakat atas dugaan prajurit TNI masih loyal kepada mantan pimpinannya yang tidak aktif di TNI.

(Baca Juga: Tersangka Eksekutor di Aksi 22 Mei Akui Diberi Rp55 Juta)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini