nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap Pengancam Jokowi dan Akan Meledakkan Mako Brimob

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 14:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 12 337 2065646 polisi-tangkap-pengancam-jokowi-dan-akan-meledakan-mako-brimob-IxoLE5TViY.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)

JAKARTA - Dittipidsiber Bareskrim Polri berhasil menciduk seorang berinisial YY (31) yang melakukan tindakan pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan meledakan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

“Tersangka diduga melakukan tindak pidana pengancaman terhadap Presiden Jokowi dan pengancaman meledakkan Asrama Brimob Polri Kelapa Dua,” tutur Dedi saat di konfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Adapun, YY diciduk pada Selasa tanggal 11 Juni 2019, pukul 11.45 WIB saat kediamannya yang berada di kawasan Tapos Depok, Jawa Barat. Polisi menangkap tersangka YY dilakukan setelah mendapatkan informasi adanya percakapan dalam sebuat group whatsapp “silaturahmi” yang ditulis oleh tersangka YY.

Penjara

“Group whatsapp 'silaturrahmi' merupakan komunitas pendukung salah satu pasangan calon presiden dalam pemilu 2019 yang berisikan 192 orang dan tersangka YY merupakan salah satu admin group tersebut,” turur Dedi.

“Kepada penyidik Tersangka YY mengaku termotivasi untuk menuliskan kalimat *tgl 29 Jokowi harus MATI* dan *Tunggu diberitakan dan ledakan dalam waktu dekat ini di asrama brimob kelapa dua sebelum tgl 29 adalah ingin mencari nama, pamor, dan ingin dikenal sebagai pendukung militan dari salah satu paslon capres 2019,” terang Dedi.

Aksi 22 Mei

Selain, kata Dedi, berdasarkan pengakuan YY kepada polisi pernah menjadi relawan salah satu paslon dalam kegiatan demonstrasi di Bawaslu.

Atas perbuatan tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 29 juncto Pasal 45 B UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan atau denda paling bayak Rp 750 juta. Dan atau Pasal 6 atau Pasal 12 A atau Pasal 14 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini