nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ombak Tinggi Menyeret Wisatawan saat Liburan di Pantai Selatan

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 19:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 12 510 2065731 ombak-tinggi-menyeret-wisatawan-saat-liburan-di-pantai-selatan-tySbvDl6k4.jpg Sejumlah Wisatawan Berekreasi di Pantai Trisik, Rabu (12/6/2019). (foto: Jalu Rahman Dewantara/HarianJogja)

KULONPROGO- Wisatawan dimintai waspada dengan fenomena gelombang tinggi yang muncul di laut selatan DIY sejak 10 Juni hingga Rabu (12/6/2019). Pasalnya, gelombang tinggi berdampak pada sejumlah bangunan di pesisir Pantai Kulonprogo.

Di Pantai Trisik, Kecamatan Galur, terjangan ombak pasang merusak sejumlah bangunan dan nyaris menghanyutkan beberapa wisatawan.

Baca Juga: BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 6 Meter 

Detik-Detik Ombak Tinggi Hantam Perahu Nelayan di Pantai Pasie Nan Tigo Padang

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Selasa 11 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB itu merusak satu rumah warga, kolam renang wisata, sebuah warung dan tempat penanangkaran penyu Pantai Trisik.

"Semua kerusakan dalam kategori ringan, yang rumah warga tergenang hampir seluruh bagian, sedangkan untuk kolam renang jebol," kata Aris.

Terjangan ombak juga sempat menyeret dua orang wisatawan yang tengah bersantai di pinggir pantai. Mereka adalah pasangan suami istri, asal Kecamatan Sentolo, Anto (55) dan Wagiyem (53).

Petugas SRI sebelumnya telah memperingatkan mereka. Namun sebelum beranjak, ombak besar mendadak datang dan menyapu tubuh kedua korban.

"Korban sempat terguling sampai kena kayu dan lecet-lecet, kami langsung datang untuk melakukan pertolongan dan mengobati luka mereka," tuturnya.

Pada waktu yang bersamaan peristiwa serupa juga terjadi di Pantai Glagah, Kecamatan Temon. Dua wisatawan asal Kabupaten Purworejo, Ratih Prihatini (18) dan Vika Rahmawati (12) menjadi korban usai diterjang ombak hungga terjatuh ke bebatuan pemecah gelombang.

Baca Juga: Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Berpotensi Melanda NTT 

Keduanya selamat, tapi mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuh. "Keduanya sedang main di ujung pemecah ombak, kami sudah ingatkan agar menjauh karena itu area berbahaya, apalagi sedang ada gelombang tinggi, tapi belum beranjak ombak datang dan membuat keduanya jatuh bebatuan," kata Aris.

Mengganasnya ombak pantai selatan memang sudah muncul sejak beberapa hari lalu. Pada 10 Juni kemarin, ketinggian ombak berkisar antara 2,5 meter hingga 3 meter. Sehari berselang, ombak kian meninggi hingga mencapai lima meter.

"Berdasarkan informasi BMKG, ketinggian ombak di laut selatan DIY mengalami peningkatan sampai tanggal 16 Juni dengan rata-rata tinggi 3,5 sampai 4 meter," ucap dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini